Showing posts with label Bacaan. Show all posts
Showing posts with label Bacaan. Show all posts

Acara Hitam Putih di Tegur KPI, ini Jawaban Menohok Dedy Corbuzier


Baru-baru ini kabarkan mengagetkan datang dari program acara Hitam Putih, pasalnya acara tersebut mendapatkan teguran dari KPI karena tidak menyamarkan wajah orangtua pelaku nikah dini. 

Dilansir dari kpi.go.id pada tanggal 13 Agustus 2018, KPI pusat menerangkan “Kami minta Trans 7 menjadikan P3 dan SPS KPI tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran dan segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Andre, panggilan akrab Ketua KPI Pusat.



Teguran tersebut di posting di akun instagram @kpipusat, dengan caption "Tak Samarkan Wajah Orangtua Pelaku Nikah Dini, KPI Jatuhkan Sanksi untuk “Hitam Putih” Trans 7"

Unggahan tersebut langsung di jawab oleh Dedy Corbuzier dengan jawaban yang menohok.



mastercorbuzier : Segera kami perbaiki... Tapi setidaknya acara kami mungkin satu2 nya yg masih berpotensi untuk mengedukasi masyarakat dan menginspirasi... Bagaimana dgn joget2 vulgar atau acara setingan yg jelas tidak mendidik? Or is it normal these days?

mastercorbuzier : I also love the word #siaransehatuntukrakyat as Ur Tag.... Should I mention millions that's not and still on TV?

Jawaban Dedy Corbuzier itu kemudian mendapatkan apresiasi dari netizen dengan beragam komentar. Akun KPI pun tak muncul untuk membalas jawaban Dedy.

Akibat Merokok, Pria ini tidak bisa lagi makan lewat mulut, Mengerikan


Dilansir dari akun IG @omg.indonesia.id pada tanggal 14 Agustus 2018, seorang pria tengah dirawat di sebuah rumah sakit. 

Dari keterangan yang di peroleh dari akun tersebut, pria itu diketahui bernama Ardiyanto yang mengalami kanker pita suara akibat merokok. Foto tersebut memperlihatkan pria tersebut yang makan dan minum lewat selang yang tembus dari badannya.

Dari keterangan di akun IG tersebut, pria tersebut di rawat di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Berikut fotonya:


 Beberapa dokter sedang berusaha memasukkan selang ke badan pria tersebut.


Dua selang yang digunakan dokter untuk memasukkan makanan.



Inilah akibat merokok, marilah kita jaga saudara-saudara kita dari bahaya laten rokok.

141 Hacker ditangkap karena Bikin Cheat Game PUBG

141 Hacker ditangkap karena Bikin Cheat Game PUBG

Game 'PlayerUnknown's Battlegrounds' (PUBG) sangat populer saat ini. Hampir semua kalangan memainkan game ini di Smartphone ataupun di PC mereka. Namun, kepopolureran game ini disalahgunakan oleh beberapa oknum.

Kurang lebih 141 hacker berhasil ditangkap oleh kepolisian China karena terlibat di dalam skandal peretasan game PUBG. Polisi menyita barang bukti lebih dari 200 buah perangkat keras, termasuk PC, USB drive, dan juga telepon genggam.

Dalam situs resmi PUBG dengan bahasa China, dirilis foto penangkapan dan barang bukti di lokasi kejadian. Diketahui para peretas itu akan dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun atau bahkan lebih.

Para peretas tersebut membuat sebuah software cheat berisi virus Trojan ke dalam game PUBG. Lewat sofrware itulah para peretas itu melakukan aksi curang mereka.

Sebagai informasi, pada awal tahun 2018, dilaporkan jika 99 persen akun yang diblokir karena curang ternyata kebanyakan berasal dari China. Setelah aksi pemblokiran pemain curang, game PUBG pun terus mengalami penurunan jumlah pemain.

Petinggi Tencent, Allen Zheng pun memberikan pernyataan jika kecurangan yang terjadi dalam game PUBG adalah "pertempuran yang tidak akan pernah berakhir."

Viral Foto Wanita Peluk "Jokowi"


Sebuah foto memperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang dipeluk seorang wanita menjadi perbincangan hangat di jagad dunia maya. Di foto itu, terlihat Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dilipat. Orang nomor satu di Indonesia itu terlihat tersenyum dengan memancarkan gigi kepada kamera yang mengabadikan.

Dalam foto itu juga tampak seorang wanita berambut panjang dengan celana pendek barbahan jeans yang memeluk Jokowi tersebut. Senyum terpancar dari wajah gadis itu ketika memeluk Kepala Negara.

Namun, sosok yang dipeluk wanita itu bukan Jokowi sungguhan. Wanita itu memeluk patung lilin Jokowi yang berada di Museum Madame Tussauds, Singapura.

Foto itu muncul di akun Fecebok Munia Sani. Ia memberikan caption foto yang membuat para netizen penasaran. Berikut kutipan caption yang diunggah dalam akun tersebut.

Sekadar informasi, patung Jokowi berada di Museum Madame Tussauds, Singapura sejak 2017. Di lokasi itu tak hanya berdiri patung mantan Gubernur DKI Jakarta, melainkan ada juga tokoh Indonesia, di antaranya Presiden Sukarno, legenda bulutangkis Rudy Hartono, dan penyanyi Anggun C Sasmi.

Keistimewaan Tong Sampah Asal Jerman Menurut Gubernur Anies


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mendatangkan tong sampah asal Jerman. Setidaknya ada sebanyak 2.640 tempat sampah yang dibeli manggunakan kas daerah senilai kurang lebih Rp9,5 miliar, karena dianggap berbeda dengan tong sampah pada umumnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerangkan kenapa ia memilih tong sampah beroda atau garbage bin 660 liter asal Jerman, karena tahun sebelumnya pada 2016 sudah membeli truk sampah jenis compactor sehingga pada tahun membeli tong sampah yang sesuai dengan truk tersebut.

"Karena truknya truk compactor, artinya sampah dimasukkan dan dipress disitu, sehingga saat menggunakan alat ini, petugas akan membawa kedepan truknya lalu diangkat masuk kedalam truk lalu dipadatkan, jadi itu yang menjadi unik disini," kata Anies di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan, pembelian tong sampah asal Jerman itu dilanggarkan pada tahun 2016 untuk pengadaan barang 2017 sesuai yang tertera di e-Katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Menurut Anies, DKI Jakarta bukan satu-satunya kota yang menggunakan tong sampah asal Jerman tersebut. Melainkan sudah banyak kota-kota besar lainnya yang menggunakan tempat sampah serupa, karena dianggap lebih simpel dan meringankan kerja petugas.

"Mengapa barangnya itu, di LKPP ada jadi prosesnya disitu. Dan ini bukan ada di tahun 2018 ini sudah ada sejak tahun lalu dan Jakarta bukan satu-satunya," pungkasnya.

Sebelumya, ramai dibicarakan di media sosial Pemprov DKI Jakarta berencana mendatangkan 2.640 buah tong sampah beroda atau garbage bin 660 liter dengan nilai total Rp9,58 miliar dari Jerman. Hal itu terungkap dari pengadaan tong sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Begini Jokowi Sebut Kenaikan Gaji Babinsa Tak Berbau Politis


Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi mengatakan kenaikan tunjangan operasional Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak berbau politis. "Tidak ada," katanya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 5 Juni 2018.

Jokowi mengatakan TNI serta Kepolisian RI tidak berpolitik. Dia menekankan kepada aparat kedua lembaga tersebut untuk tidak memihak berdiri di salah satu kubu.

Menurut Jokowi, politik TNI dan Polri adalah politik negara. "Negara itu siapa? Rakyat. Pemerintah yang sah," ujar dia.

Jokowi mengatakan kenaikan ini diperlukan lantaran Babinsa bertugas di garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. "Terutama yang ada di daerah, di desa, di pelosok, di pinggiran. Oleh sebab itu diberikan tunjangan lebih," katanya. Jokowi juga sering mendengar keluhan petugas tentang rendahnya tunjangan saat dia berkunjung ke daerah.

Jokowi mengatakan tunjangan operasional Babinsa yang paling rendah akan dinaikkan dari Rp 310 ribu menjadi Rp 2,7 juta. Sementara tunjangan terbesar yang tadinya hanya Rp 1,3 juta dinaikkan menjadi Rp 3,6 juta. Kenaikan tunjangan ini mencapai 771 persen.

Babinsa akan mulai mendapat tambahan tunjangan mulai Juli 2018. Jokowi yakin mereka senang mendengar kabar ini.

Sebelumnya Jokowi juga mengumumkan kenaikan tunjangan hari raya bagi pegawai negeri sipil. Dia menambah komponen THR PNS dengan tunjangan kinerja, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan penghasilan. Kebijakan itu disebut sejumlah pihak berbau politis.

Jokowi sudah mengambil ancang-ancang untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019. Dia sudah mengantongi dukungan dari sejumlah partai politik.

Sumber : TEMPO

Iko Uwais Main Film Hollywood "Mile 22" simak ceritanya..


Iko Uwais baru saja merampungkan pengambilan gambar untuk Mile 22, film Hollywood lain yang akan kembali mengharumkan namanya setelah Star Wars: The Force Awakens dan Beyond Skyline. Syuting di Amerika sudah 'dibungkus' pada pertengahan Februari lalu.

Ia menceritakan, syuting Mile 22 memang sempat terkendala beberapa hal.

"Ini proyek sejak tiga tahun lalu, tapi delay karena tidak cocok jadwalnya," kata Iko di Jakarta, Senin (26/3). Ia baru berangkat syuting di Atlanta dan Kolombia bulan lalu.



Tak hanya ikut menjadi aktor, Iko dan dua bakat lain dari Indonesia juga didapuk sebagai koreografer untuk adegan aksi. Ia diminta mengolaborasikan adegan pertarungan di Mile 22 dengan gerakan-gerakan silat di The Raid, film yang melambungkan nama Iko.

Film garapan Gareth Evans itu memang dikenal di dunia, bahkan diputar di Amerika Serikat.

Di Mile 22, Iko pun mengajari beberapa bintang Hollywood, termasuk aktor gaek John Markovich dan aktris Ronda Rousey. Film itu juga membuatnya beradu akting dengan aktor kawakan Mark Wahlberg. Namun, Iko tidak menjelaskan detail interaksinya dengan mereka.

"Yang jelas semua sangat teratur, waktunya, kerjanya, fasilitas yang dikasih," ujarnya.

Film yang ditangani sutradara Peter Berg itu bukan kesempatan pertama Iko bermain dengan aktor Hollywood dan merasakan profesionalisme kerja di sana. Ia sudah pernah satu lokasi syuting dengan Harrison Ford di The Force Awakens. Ia juga membantu koreografi di sana.

Iko juga syuting bersama Frank Grillo di Infinite Studios Batam, untuk Beyond Skyline.

Mile 22, kata Iko, bercerita tentang petugas elite dari intelijen Amerika yang berusaha menyelundupkan polisi misterius dengan informasi sensitif dari sebuah negara asing. Untuk itu, ia pun dibantu unit komando taktis yang super rahasia.

Mengutip IMDb, Iko memerankan karakter bernama Li Noor. Disebut-sebut, ia merupakan polisi Indonesia yang membantu Wahlberg sebagai petugas elite intelijen AS, melawan kekerasan dan korupsi politik yang ekstrem. Iko sendiri menyinggung, ia memang menjadi agen di sana.

"Agen yang membantu kedutaan ke Bandara 22 Mile," katanya tanpa banyak penjelasan.

The Hollywood Reporter sebelumnya melaporkan, film itu akan tayang 20 Juli mendatang.

Syuting saat Istri Hamil

Ada kejadian menarik saat Iko syuting Mile 22 dikeliling aktor dan aktris Hollywood di Atlanta dan Kolombia. Baru seminggu Iko di Amerika, katanya, sang istri Audy Item masuk rumah sakit. Penyanyi Menangis Semalam itu tidak banyak bercerita alasan sakitnya.

Baru beberapa saat kemudian Iko tahu bahwa istrinya hamil anak kedua mereka.


"Surprise, senang banget sambut anak kedua," katanya.

Audy dan Iko, yang menikah pada 2012, sudah punya satu anak. Audy melahirkan putri pertamanya pada 2013. Anak bernama Atreya Syahla Putri Uwais itu kini sudah besar dan pintar silat seperti sang ayah. Kata Iko, itu karena ia biasa melihat orang berlatih.

Kini Iko belum mengetahui jenis kelamin janin yang dikandung Audy. 

Sumber : CNN

Mata Perempuan Ini Hampir Buta Gara-gara Maskara. Ini Penjelasannya


Mata Perempuan Ini Hampir Buta Gara-gara Maskara.

Setelah memakai riasan, terutama pada bagian mata seperti maskara, di akhir hari atau sebelum tidur kita perlu membersihkannya.

Jika tidak rajin membersihkan make up mata, bisa jadi Anda mungkin kehilangan penglihatan. Inilah yang terjadi pada seorang perempuan Australia.

Menurut sebuah laporan terbaru di jurnal Ophthalmology, perempuan tersebut punya kebiasaan tidak menghapus maskaranya. Hasilnya, perempuan itu punya masalah mata serius yang mengancam penglihatannya.

Perempuan berusia 50 tahun itu pergi ke dokter mata setelah merasa tak nyaman karena ada sesuatu di balik kelopak matanya.

Perempuan tersebut bercerita bahwa dia punya kebiasaan untuk menggunakan maskara selama 25 tahun terakhir tapi malas menghapusnya.

"Saya telah punya kebiasaan buruk memakai banyak riasan tapi tidak menghapusnya," ungkap Teresa Lynch, wanita tersebut dikutip dari Daily Mail via Live Science, Jumat (01/05/2018).

Dokter kemudian memeriksa bagian balik kelopak mata perempuan tersebut.

Dokter menemukan benjolan berpigmen gelap di bawah selaput mata Lynch.

"Kelopak mata saya bengkak dan berat karena saya tidak merawatnya untuk waktu yang lama," imbuhnya.

Dr Dana Robaei, dokter yang menangani kasus ini merupakan seorang ahli bedah mata dan dosen senior klinis diUniversity of Sydney School of Medicine.

Robaei menjelaskan, benjolan gelap itu disebabkan oleh penumpukan potongan maskara di bawah kelopak mata Lynch.

Dia juga menyebut bahwa ada risiko mata Lynch bisa menjadi terinfeksi, yang dalam kasus langka, bisa menyebabkan kebutaan

. "Kamu harus teliti (dalam menghapus maskara)," kata Robaei mengingatkan.

Dalam laporan tersebut, Lynch akhirnya menjalani prosedur untuk menghilangkan benjolan tersebut.

Meski berhasil menyelamatkan penglihatannya, dia masih memiliki bekas luka permanen di kelopak matanya.

Sumber : Tribunnews
Editor: Ari Nugroho

Daerah Kewalahan Bayar THR

Daerah Kewalahan Bayar THR

Sejumlah kepala daerah kebingungan menyikapi kebijakan pencairan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 pada tahun ini. Penggunaan instrumen dana alokasi umum sebagai sumber pendanaan dinilai tak mencukupi. Mereka harus putar otak mencari dana untuk memenuhi kewajiban kepada aparat pemerintahan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, misalnya,tak kunjung mencairkan tunjangan hari raya bagi aparat sipil Kota Surabaya. Ia menganggap kebijakan penggunaan dana alokasi umum untuk membayar tunjangan hari raya aparat sipil daerah sebagai kebijakan yang aneh. Sebab, selama ini THR merupakan program yang dikosongkan pemerintah pusat. Dengan jumlah pembayaran THR yang besar, kata Risma kemarin, "Pasti membebani (daerah)." Sikap yang sama juga diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dia harus mencari cara untuk mendapatkan dana tambahan guna menutup alokasi dana Rp 200 miliar bagi 38 ribu pegawai daerah. "Dulu kan cuma gaji pokok, sekarang besarannya sebesar take-home pay," kata dia.

Untuk menambal kebutuhan THR dan gaji ke-13, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal menjalankan lagi program pembebasan denda pajak kendaraan dan biaya balik nama kendaraan bekas. Program yang digelar Juli mendatang ini ditargetkan menambah pundi-pundi duit daerah sebesar Rp 750 miliar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sikap reaktif pemerintah daerah berlebihan. Menurut dia, rasio anggaran THR per daerah amat kecil dibandingkan dengan seluruh anggaran daerah. "Kurangilah perjalanan dinas dan rapat. Jangan lupa, transfer daerah sekarang tak kalah besar dari dana pusat," kata Kalla. Transfer daerah pada APBN 2018 dipatok Rp 766,16 triliun dan belanja kementerian/lembaga dipatok Rp 847,44 triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku heran terhadap pemerintah daerah yang berpolemik soal THR dan gaji ke-13. Pemerintah pusat, menurut dia, sudah membahas alokasi dana Rp 35,76 triliun ini sejak nota keuangan APBN 2018 dibuat dan disampaikan ke parlemen pada Agustus 2017 lalu. Pemerintah daerah juga sudah diajak berdiskusi melalui rapat penyusunan RAPBN. "Tidak mungkin program negara dibuat dan dijalankan secara mendadak," ujar Sri Mulyani.

Sumber : TEMPO

Presiden Jokowi laporkan Gratifikasi Rp. 58 Miliar

Presiden Jokowi laporkan Gratifikasi Rp. 58 Miliar

Presiden Jokowi menjadi pejabat negara yang melaporkan gratifikasi paling banyak sampai tanggal 5 Juni 2018, yaitu sebesar Rp 58 miliar.

Sikap ini bukan kali ini saja dipraktikan oleh Jokowi, namun dirinya sudah sering melaporkan gratifikasi sejak ia menjabat sebagai Wali Kota.
⠀
"Pelapor dengan total nilai gratifikasi milik negara terbesar adalah Presiden Jokowi senilai Rp 58 miliar sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiono dalam konferensi pers di KPK.

Setelah itu ada Wakil Presiden Jusuf Kalla senilai Rp 40 miliar, pegawai pemerintah Provinsi DKI Jakarta Rp 9,8 miliar, direktur jenderal salah satu kementerian Rp 5,2 miliar serta mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, Rp 3,9 miliar.
⠀
"Sampai dengan 4 Juni 2018, total penerimaan laporan gratifikasi sebanyak 795 laporan," ucap Giri.

Dari 795 laporan yang ada, sebanyak 534 laporan atau 67 persen dinyatakan sebagai milik negara, kemudian 15 laporan atau 2 persen sebagai milik penerima, dan sisanya ada 31 persen merupakan surat apresiasi sehingga masuk dalam kategori negative list.

Total status kepemilikan gratifikasi yang menjadi milik negara sebesar Rp 6,203 miliar dengan rinciannya Rp 5,449 miliar dalam bentuk uang dan Rp 753,791 juta berbentuk barang.

Foto hantu yang sempat meggemparkan media sosial

Foto hantu yang sempat meggemparkan media sosial

Sepintas memang tidak ada yang aneh pada foto ruangan ini. Hanya sebuah ruangan santai dengan sofa, lampu, hiasan dinding dan ditambah pemandangan taman yang sungguh teduh dibalik jendela. Disana juga terlihat meja kayu yang membatasi dua sofa. Sungguh merupakan ruangan yang sangat nyaman apabila kita berada disana dan bersandar pada sofa yang empuk itu.

Tapi coba kalian perhatikan sekali lagi dengan teliti foto ruangan tersebut, ternyata ada sesosok wajah perempuan yang terlihat menyeramkan dengan tatapan mata yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Dimana wajah perempuan itu? Kalian bisa temukan dibalik bantal sofa berwarna coklat.

Dikabarkan foto ini pernah membuat geger pengguna twitter dan facebook di Inggris, dan tidak ada yang mengetahui darimana sumber foto hantu ini. Banyak yang berspekulasi bahwa wajah tersebut adalah hasil editing Kemungkinan ada orang yang bersembuyi saat foto diambil, penggunaan photoshop mampu memunculkan wujud wajah yang menyeramkan itu, dan gambar tersebut terlihat sangat dingin itu disebabkan oleh efek cahaya.

Namun tidak sedikit juga yang percaya bahwa foto tersebut murni sebuah foto penampakan hantu, karena memang rumah tersebut lama tidak dihuni. Mana yang benar, tidak bisa dipastikan karena orang-orang hanya baru bisa menduga-duga.

Apapun itu, yang pasti foto hantu yang menampakkan wajah dingin sosok perempuan ini telah sukses membuat geger dan heboh jejaring media sosial di Inggris dan tersebar luas ke seluruh dunia bahkan sampai di Indonesia.

SBY: Utang Indonesia ke IMF Lunas Tahun 2006

SBY: Utang Indonesia ke IMF Lunas Tahun 2006

Saya terpaksa menanggapi dan mengoreksi pernyataan Presiden Jokowi menyangkut utang Indonesia ke IMF. Kemarin, tanggal 27 April 2015, harian Rakyat Merdeka memuat pernyataan Pak Jokowi yang intinya adalah Indonesia masih pinjam uang sama IMF. Berarti kita masih punya utang kepada IMF. Maaf, demi tegaknya kebenaran, saya harus mengatakan bahwa seluruh utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi pada tahun 2006 yang lalu. Keseluruhan utang Indonesia terhadap IMF adalah US$ 9,1 miliar, jika dengan nilai tukar sekarang setara dengan Rp. 117 triliun, dan pembayaran terakhirnya kita lunasi pada tahun 2006, atau 4 tahun lebih cepat dari jadwal yang ada. Sejak itu kita tidak lagi jadi pasien IMF.

Saya masih ingat mengapa keputusan untuk melunasi semua utang IMF 4 tahun lebih cepat dari jatuh temponya itu saya ambil. Memang, sebelum keputusan final itu saya ambil, sejumlah pihak menyarankan agar lebih baik pelunasannya dilaksanakan secara bertahap, agar tidak mengganggu ketahanan ekonomi Indonesia. Tapi saya berpendapat lain. Lebih baik kalau utang itu segera kita lunasi. Ada 3 alasan saya mengapa keputusan dan kebijakan itu saya ambil. Pertama, pertumbuhan ekonomi kita waktu itu telah berada dalam tingkatan yang relatif tinggi. Jadi aman untuk menjaga ketahanan ekonomi makro dan sektor riil kita. Di sisi lain, disamping kekuatan fiskal kita aman, dari segi moneter cadangan devisa kita juga relatif kuat. Kedua, dengan telah kita lunasi utang IMF tersebut, kita tidak lagi didikte oleh IMF dan negara-negara donor. Tidak didikte dalam arti perencanaan pembangunan kita, termasuk APBN dan juga penggunaan keuangan kita, tidak harus mendapatkan persetujuan dari IMF. Saya tidak ingin pemerintah disandera. Kita harus merdeka dan berdaulat dalam mengelola perekonomian nasional kita. Saya masih ingat, ketika masih menjadi Menteri Pertambangan dan Energi (tahun 1999-2000), saya harus "melaporkan" dulu kepada negara-negara donor yang tergabung dalam forum CGI berkaitan dengan kebijakan dan rencana kementerian yang saya pimpin, utamanya menyangkut APBN. Situasinya sungguh tidak nyaman. Pernah saya diminta untuk menaikkan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik secara serentak dengan angka yang sangat tinggi. Hal itu saya tolak, karena pasti ekonomi rakyat akan menjadi lebih buruk. Sedangkan alasan yang ketiga, selama Indonesia masih punya utang kepada IMF, rakyat kita merasa terhina (humiliated). Dipermalukan. Di mata sebagian rakyat, IMF diidentikkan dengan penjajah. Bahkan IMF-lah yang dianggap membikin krisis ekonomi tahun 1998 benar-benar buruk dan dalam.

Setelah utang IMF kita lunasi, saya juga ingat ketika para pemimpin IMF (Managing Director) satu-persatu berkunjung ke Indonesia dan menemui saya di kantor Presiden, mulai dari Rodrigo de Rato (2007), Dominique Strauss-Kahn (2011) hingga Chistine Lagarde (2012). Saya menerima kunjungan mereka dengan kepala tegak. Bahkan, pada kunjungan pemimpin IMF tahun 2012, IMF berharap Indonesia bisa ikut menaruh dananya di IMF karena kita telah menjadi anggota G20, dengan peringkat nomor 16 ekonomi besar dunia. Pasalnya, IMF kekurangan dana untuk digunakan membantu negara yang mengalami krisis berat dan perlu penyelamatan dari IMF. Artinya, tangan kita tidak lagi berada di bawah, tetapi sudah berada di atas.

Jika yang dimaksudkan Presiden Jokowi, Indonesia masih punya utang luar negeri, itu benar adanya. Utang Indonesia ada sejak era Presiden Soekarno. Meskipun, ketika saya memimpin Indonesia (2004-2014) rasio utang terhadap GDP terus dapat kita turunkan. Jika akhir tahun 2004 rasio utang terhadap GDP itu sekitar 50,6 %, di akhir masa jabatan saya tinggal sekitar 25 %. Artinya, jika dulu separuh lebih GDP kita itu untuk menanggung utang, maka tanggungan itu telah kita turunkan menjadi seperempatnya. Tetapi, kalau yang dimaksudkan Pak Jokowi bahwa kita masih punya utang kepada IMF, hal itu jelas keliru. Kalau hal ini tidak saya luruskan dan koreksi, dikira saya yang berbohong kepada rakyat, karena sejak tahun 2006 sudah beberapa kali saya sampaikan bahwa Indonesia tidak berhutang lagi kepada IMF. Rakyat pun senang mendengarnya. Saya yakin Pak Jokowi yang waktu itu sudah bersama-sama saya di pemerintahan, sebagai Walikota Surakarta, pasti mengetahui kebijakan dan tindakan yang saya ambil selaku Presiden.

Ditulis oleh Susilo Bambang Yudhoyono

BONGKAR MITOS! KEBANYAKAN USG BISA MERUSAK OTAK JANIN


Buat bunda bunda yang suka takut pergi USG karena banyak tetangga yang bilang usg itu berbahaya buat janin.

Katanya usg bisa merusak otak janin ya bunda

Tapi apakah benar ?

Yuk kita bongkar sama sama ! 
USG ( Ultra Sono Grafi) adalah tahap pemeriksaan bayi menggunakan teknologi canggih yang sudah dilakukan sejak 2 dekade lalu hingga sekarang.

Banyak bunda bunda yang mengira bahwa USG itu sama seperti RONTGEN yang menggunakan Sinar X. Inilah kenapa banyak bunda yang berkata bahwa USG itu sangat berbahaya apalagi kalau dilakukan sering sering.

Sebenarnya bunda. USG hanya menggunakan gelombang halus yang dipantulkan kedalam perut bunda yang akhirnya bisa menampilkan gambar di monitor.

Sebenarnya USG sama sekali tidak berbahaya bunda karna gelombang yang tersampaikan ke bayi seperti gelombang piano. Gelombang inilah yang membuat si kecil bergerak gerak saat di USG. Gelombang USG juga tidak berbahaya karna bayi bisa menghindarinya.

Selama 2 dekade ini masih belum ada kasus bayi cacat karena USG

Justru USG ini bisa mendeteksi umur janin, jumlah air ketuban dan masalah yang terjadi pada janin. Deteksi masalah dini pada janin bisa membuat dokter langsung mengambil tindakan yang tepat. 
Inilah kenapa dianjurkan USG minimal 3 kali. Satu bulan sekali juga boleh kok bunda tidak berbahaya.

Jadi USG tidak berbaaya ya bunda 
Tidak perlu takut

Share yuk biar banyak yang tau

Inilah Mahkota Perempuan yang paling ajaib

Inilah Mahkota Perempuan yang paling ajaib

Bila ditanya organ apa yang paling unik dan ajaib di tubuh seorang perempuan, aku yakin jawabannya adalah rahim. Untukku yang hidup di dunia obstetri dan ginekologi selama 5 tahun terakhir, rahim bukan hanya sekedar unik dan ajaib. Bayangkan, rahim yang dalam keadaan normal ukurannya tak lebih dari kepalan tangan orang dewasa, bisa membesar hampir seribu kali lipat untuk memberi ruang seorang bayi seberat rata-rata 3 kg, plasenta (ari-ari) seberat 500 gram, dan air ketuban sebanyak 1 liter. Itu kalau hamilnya tunggal, kalau multipel atau bayinya besar atau cairan ketuban berlebih, tentu rahim mesti melar lebih besar lagi.

Perkembangan teknologi reproduksi sekarang sudah bisa mengambil alih fungsi beberapa organ yang terganggu dan menyebabkan seseorang susah atau tidak bisa hamil dan memiliki keturunan. Bayi tabung misalnya, yang beken juga dengan istilah fertilisasi in vitro, merupakan serangkaian proses rumit teknologi reproduksi berbantu yang mempertemukan sel telur dan sel sperma pasangan di luar tubuh, dan kemudian mengembalikan hasil pembuahannya ke rahim perempuan untuk tumbuh. Namun hingga saat ini, belum ada teknologi yang bisa menggantikan rahim sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya seorang calon manusia. Jangankan membuat alat dengan fungsi yang sama, proses fisiologis bagaimana terjadinya fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sperma), implantasi (menempelnya calon janin ke rahim), dan tumbuh kembang janin dalam rahim saja masih merupakan teka-teki bagi umat manusia.

Tak heran bila kemudian perempuan menjadikan rahim sebagai salah satu mahkota kewanitaannya (selain rambut tentunya).


Namun demikian, tidak semua perempuan dianugerahi rahim fungsional sepanjang hidupnya. Ada yang memang dari "sono" nya ditakdirkan Sang Pencipta untuk tak pernah memiliki rahim, ada juga yang terpaksa kehilangan rahim di tengah perjalanan hidupnya. Selama 5 tahun terakhir ini, entah sudah berapa perempuan yang ku"pancung" rahimnya. Ternyata, operasi pengangkatan rahim, yang lazim dikenal sebagai histerektomi, adalah jenis tindakan operasi yang paling banyak dilakukan di Amerika Serikat, mungkin juga di tempat lain.

Hari itu aku bertugas di Poliklinik Endokrinologi Ginekologi. Seorang perempuan muda dan cantik mengenakan jilbab trendi ditemani dengan seorang pria (yang kemudian aku ketahui sebagai suaminya) masuk membawa amplop coklat besar berisi beberapa lembar hasil pemeriksaan penunjang. Pasangan itu datang berobat karena sudah 2 tahun menikah, tapi sang istri tak juga kunjung hamil. Semua hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sang istri menderita suatu kondisi yang dikenal sebagai Mayer Rokitansky Kuster Hauser syndrome. Secara sederhana, terdapat gangguan pada proses pembentukan organ reproduksinya sehingga rahim, saluran telur, dan vagina bagian atasnya tidak terbentuk, namun indung telur terbentuk dengan sempurna.

Dengan menunjukkan empati yang dalam, aku mendampingi konsultan yang bertugas saat itu menjelaskan pada mereka berdua kondisi yang diderita sang istri dengan bahasa yang mudah dipahami. Menerangkan pada mereka bahwa sang istri tidak mungkin hamil, karena tidak ada rahim yang bisa menampung bayi mereka. Teknologi bayi tabung pun tidak dapat membantu, karena tetap harus ada rahim. Surrogacy, atau meminjam rahim perempuan lain untuk mengandung bayi mereka, tidak dilegalkan di Indonesia.

Sang istri menangis tersedu-sedu mendengar penjelasan kami. Sang suami, dengan tampang terbelalak menyelutuk "Kok bisa gitu sih Dok...Dokter liat kan bodinya 'bohay' gitu, masak mandul siiihh...??". Gedubrak, apa hubungannya sih ya, sungutku dalam hati. Dan sang suami masih tak putus harapan untuk memiliki keturunan dari istrinya itu. "Dokter, kalau misalnya saya punya istri lagi, dan rahim istri saya yang lain itu yang dipinjam untuk mengandung anak saya dari istri yang ini, dibolehkan tidak secara hukum?" tanyanya dengan antusias. Ya ampun, ribet banget sih ya, pikirku sambil melirik ke arah sang istri yang mukanya makin pucat mendengar si suami berniat mencari istri lagi...

Tapi tidak semua perempuan berpendapat bahwa memiliki rahim adalah anugrah. Pagi itu aku mendapat kiriman seorang nyonya berusia 35 tahun dengan riwayat perdarahan haid yang sangat banyak dan nyeri haid hebat. Sudah 10 tahun menikah, tapi belum pernah berhasil hamil. Pasien itu sudah berulang kali mendapat transfusi karena perdarahan haidnya yang luar biasa banyak. Setelah melalui berbagai pemeriksaan, kami menyimpulkan nyonya itu menderita adenomiosis, suatu kondisi di mana jaringan rahim yang meluruh saat haid berada pada tempat yang tidak seharusnya, dalam kasus ini pada dinding otot rahim. Dokter di rumah sakit sebelumnya telah mencoba melakukan operasi untuk mengangkat adenomiosis itu. Namun ternyata terdapat perlengketan luar biasa antara rahim dengan organ-organ di dalam panggul lainnya, sehingga beliau tidak berani melanjutkan operasi karena khawatir mencederai organ lain. Dokter tersebut kemudian merujuknya ke rumah sakit kami.

Saat mendiskusikan alternatif terapi untuk kondisi adenomiosisnya, sang nyonya tidak mengindahkan penjelasanku mengenai alternatif terapi medikamentosa atau pembedahan konservatif yang hanya mengambil adenomiosisnya saja. Dia bersikeras supaya rahimnya segera diangkat, semuanya!! Sambil mengernyit aku bertanya, apakah dia tidak berpikir untuk ingin hamil di kemudian hari. Dengan berapi-api dia menukas "Dokter, saya sudah tidak tahan menanggung nyeri hebat saat haid selama bertahun-tahun. Belum lagi darah haid yang banyak sekali, membuat saya harus berkali-kali ditransfusi. Jangankan berpikir untuk punya anak, untuk hidup normal dan senang saja saya susah..!! Pokoknya saya mau rahim saya diambil semua, jadi saya tidak harus menderita terus seumur hidup..!!" Sementara sang suami membisu di sampingnya tak berani berkomentar.

Setelah penjelasan panjang lebar mengenai segala risiko dan konsekuensi operasi pengangkatan rahim, akhirnya sepasang suami istri itu menandatangani surat persetujuan tindakan pengangkatan rahim total. Operasi berjalan lancar, dan dalam tiga hari sang nyonya sudah dapat pulang ke rumah. Minggu depannya saat dia kontrol ke Poliklinik, dia mengucapkan terima kasih berulang-ulang padaku karena telah mengambil rahim yang menurutnya telah menjadi sumber bencana...

Keberadaan rahim memang memberikan janji akan kehidupan bagi seorang calon manusia. Namun di sisi lain, keberadaan rahim bisa menjadi ancaman kematian bagi seorang perempuan. Seperti petang itu saat aku dan tim jaga IGD sedang melakukan ronde pasien, terdengar teriakan menggelegar dari ruang akut "Ha Pe Peeeeeee...!!!!".

HPP, hemorragic post partum, atau perdarahan pasca persalinan adalah pembunuh nomor satu perempuan Indonesia yang meninggal akibat komplikasi  kehamilan dan persalinan. Penyebab tersering perdarahan pasca persalinan adalah kontraksi rahim yang tidak adekuat (atonia) setelah bayi lahir, menyebabkan aliran darah ke rahim tidak dapat dihentikan dan dalam hitungan menit seorang perempuan bisa kehabisan darah.

Teriakan "HPP" adalah alarm utama bagi kami residen obgin. Tanpa dikomando, tim jaga langsung berlari ke ruang akut membawa semua peralatan resusitasi dan obat-obatan yang diperlukan. Pasien yang baru datang itu adalah seorang nyonya berusia 23 tahun, yang sejam lalu baru melahirkan seorang bayi laki-laki pertamanya melalui persalinan normal di bidan dekat rumahnya. Proses persalinan berjalan cukup lama, namun akhirnya lahir juga bayi dengan berat 3800 gram itu. Setelah plasentanya lahir, bidan yang membantu persalinannya panik karena darah tidak kunjung berhenti mengalir dari jalan lahirnya.

Residen jaga akut segera berkicau melaporkan kondisi pasien itu, "kesadaran somnolen, airway bebas, nafas 16x per menit, nadi 130x per menit lemah, tekanan darah 70/40, kontraksi uterus (rahim) jelek, perdarahan aktif merembes...".  Serentak perawat dan bidan jaga memasang sungkup oksigen dan 2 akses vena untuk resusitasi cairan, simultan dengan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium dan permintaan komponen darah ke PMI. "Syok hipovolemik karena HPP" seruku, "eksplorasi kemungkinan penyebab perdarahan lain selain atonia dan siapkan kamar operasi..!!". Sementara kolegaku yang lain sibuk melakukan kompresi bimanual untuk menekan rahim agar berkontraksi dan memasukkan obat-obatan yang diharapkan mampu memperbaiki kontraksi rahim.

Beberapa menit kemudian kami menyimpulkan bahwa memang penyebab HPP perempuan tersebut adalah atonia, dan tidak terdapat perbaikan kontraksi setelah dilakukan kompresi maupun pemberian obat-obatan. Tidak ada jalan lain, dengan kondisi hemodinamik yang tidak stabil dan perdarahan aktif terus mengalir, kami harus melangkah ke kamar operasi. Risiko operasi sangat tinggi, pasien bisa meninggal di atas meja operasi dengan kondisi buruk seperti saat ini. Namun bila tidak dilakukan, maka hasil akhirnya sudah bisa ditebak.

Didampingi kolegaku dari Anestesi, kami berbicara dengan suami dan beberapa anggota keluarga dekat pasien itu. Kami jelaskan kondisinya saat ini sangat kritis, dan satu-satunya cara menyelamatkannya adalah menghentikan perdarahan yang terjadi. Cara optimal menghentikan perdarahan saat ini adalah melakukan operasi untuk mengangkat rahimnya yang menjadi sumber perdarahan dan mengikat seluruh pembuluh darah yang menuju rahim agar darah tidak bocor keluar terus-menerus.

Ruangan tempat kami berbicara seketika hening setelah penjelasanku berakhir. Sang suami menatapku dengan tatapan kosong. Anggota keluarga yang lain mulai terisak-isak. Sementara juniorku di luar ruangan sudah tak sabar menanti keputusan, apakah sang suami mengijinkan atau tidak. Kami tidak bisa memulai operasi tanpa ijin sang suami, padahal setiap detik berlalu dengan sekian tetes darah terbuang percuma.

Jarum jam seakan bergerak sangat lambat sampai akhirnya terbuka juga mulut pria malang itu, "lakukan yang terbaik Dokter...Saya mohon, selamatkan istri saya...Jangan biarkan bayi kami kehilangan ibunya..." ujarnya terbata dengan mata berkaca-kaca. Aku tertegun sejenak, "insha Allah pak, doakan...Hanya Allah yang berhak menentukan nasib hamba-Nya."

Setelah itu waktu seakan berlari. Kami berhasil mengontrol perdarahan setelah mengangkat rahim dan mengikat beberapa pembuluh darah. Komponen darah dari PMI datang tepat pada waktunya untuk mengganti darah yang sudah keluar sebelumnya. Perempuan itu akhirnya stabil dalam perawatan di ICU pasca operasi. Aku teringat kata-kata bijak salah seorang guruku "lebih baik hidup tanpa uterus, daripada mati membawa uterus...".

Namun kisah kehilangan rahim perempuan yang satu ini menurutku adalah yang paling tragis. Sore itu kami baru saja "operan" jaga, perpindahan dari tim jaga satu ke tim jaga lainnya. Pasien saat itu membanjir bagai air bah, sehingga suasana IGD tak ubahnya pasar malam. Sepasang suami istri setengah baya tampak keluar dari pintu lift yang terbuka diikuti dengan seorang petugas yang mendorong brankar dengan seorang gadis belia tergolek lemah di atasnya.

Karena tampak begitu lemah, kami segera memprioritaskan gadis itu untuk ditangani terlebih dahulu. Setelah melakukan pemeriksaan awal dan melakukan stabilisasi, kami menyimpulkan bahwa gadis itu menderita infeksi berat yang menyebabkan respon sistemik buruk dan terdapat ancaman kegagalan kardiovaskular karenanya, syok sepsis istilah kami. Untuk memastikan dari mana sumber infeksinya, kami menggali informasi lebih dalam lagi kondisi pasien itu. Gadis itu baru berusia 15 tahun, duduk di kelas 3 SMP. Sekitar 2 minggu yang lalu, kedua orang tuanya memergoki bahwa anak keduanya itu ternyata hamil akibat hubungan "kebablasan" dengan pacarnya. Setelah ketahuan hamil, si pacar menghilang tak ketahuan rimbanya. Kedua orang tuanya panik, terlebih  si anak kemudian mogok sekolah karena malu dan khawatir kondisinya diketahui teman-temannya.

Entah dengan pertimbangan apa dan informasi dari siapa, si ayah akhirnya memutuskan untuk membawanya ke sebuah klinik di daerah utara Jakarta untuk mengakhiri kehamilan anaknya. Tidak jelas prosedur macam apa yang dilakukan di sana untuk mengeluarkan calon manusia tersebut. Si ayah juga mengaku tidak bertemu langsung dengan "dokter" yang menggugurkan kandungan anaknya tersebut. Singkat cerita, kami mencurigai sumber infeksi gadis ini berasal dari rahimnya, besar kemungkinan telah dilakukan aborsi tidak aman dengan prosedur tidak steril. Karena kondisi hemodinamiknya yang tidak stabil, akhirnya pasien itu dikirim ke ICU untuk perawatan dengan observasi ketat dan antibiotika generasi terbaru.

Dalam evaluasi 12 jam kemudian sampai pagi harinya, kami mendapatkan bahwa respon tubuh gadis itu terhadap terapi yang diberikan tidak begitu baik. Berbagai parameter infeksi semakin memburuk, pertanda bahwa sumber infeksi tidak juga terkendali. Kami berdiskusi dengan teman sejawat Bedah Digestif, dan sama-sama sepakat bahwa mungkin terjadi cedera organ lain seperti usus akibat tindakan aborsi tak aman tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tindakan operasi, membuka perut gadis itu dan melihat apa yang terjadi di dalam. Konsekuensinya, semua organ yang menyebabkan infeksi harus diangkat dan dibuang karena ternyata antibiotik tidak berdaya mengontrol infeksi yang terjadi. Bila tidak dilakukan kontrol sumber infeksi yang adekuat, maka kegagalan semua organ yang vital dalam menunjang kehidupan menjadi taruhannya. Di sisi lain, melakukan operasi besar dalam kondisi yang buruk seperti ini adalah tindakan yang sangat berisiko.

Saat menjelaskan kondisi gadis tersebut kepada kedua orang tuanya, si Ibu menangis terisak-isak dan si Ayah menunduk dengan raut yang menunjukkan penyesalan yang sangat dalam. Tindakan melakukan pengguguran kehamilan saja merupakan tindakan melanggar hukum di Indonesia, apalagi dalam kasus ini terjadi komplikasi mengancam nyawa. Bila memang terjadi cedera usus, kami akan harus memotong dan membuang bagian usus tersebut. Bila ternyata sumber infeksi adalah si rahim, maka kami harus membuang rahimnya. Pilihan yang sulit, terlebih melakukannya pada seorang anak berusia 15 tahun yang bahkan belum mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.

Akhirnya setelah diskusi yang panjang, kedua orang tuanya menyetujui rencana kami. Dengan persiapan ekstra, kami melakukan operasi segera sebelum kondisi gadis itu semakin memburuk. Benar saja, saat perutnya dibuka, kondisi rahimnya sangat mengenaskan. Rahimnya membesar seperti hamil 16 minggu dengan warna kehitaman dan mengeluarkan bau yang membuat perut mual. Untungnya seluruh organ lainnya utuh, tak terdapat cedera organ. Setelah berkonsultasi sana-sini, kami memutuskan untuk mengangkat rahim gadis itu dengan pertimbangan menyelamatkan nyawanya. Itu adalah rekor untukku dalam hal usia termuda yang kuangkat rahimnya.

Gadis itu kemudian membaik dalam perawatan selanjutnya dan tampaknya belum juga paham konsekuensinya ketika dijelaskan bahwa dirinya sudah tak memiliki rahim lagi. Sebuah harga yang sangat mahal untuk sebuah perilaku tak bertanggung jawab tanpa pikir panjang seperti itu. Namun demikian, dia masih beruntung tidak menjadi bagian dari 50.000 orang yang mati setiap tahunnya akibat "unsafe abortion" di seluruh dunia.

Kurasa, itulah mengapa aku begitu mencintai bidang ini. Aku berkesempatan untuk melihat "kisah" lain di balik cerita kehidupan tiap pasienku. Aku banyak mendapat pelajaran kehidupan dari pasien-pasienkuku, belajar bersyukur dengan yang kupunya, dan belajar menghargai segala sesuatu yang kudapat sekecil apa pun itu...

(Watford, April 2012)

Rumus Menghitung Ukuran Jam Tangan

Rumus Menghitung Ukuran Jam Tangan

Pernahkah anda berpikir dalam membeli jam tangan terutama via online apakah jam tersebut ukurannya pas dengan anda? Bila anda datang ke toko langsung anda masih bisa mencocokan dengan tangan anda, namun bila anda berbelanja online anda mungkin hanya disajikan dengan angka diameter jam.

Ada cara unik yang diusulkan oleh penghuni forum Watchuseek dengan username camb66 dalam menentukan ukuran jam tangan yang pas dengan rumus yang cukup mudah diingat, yaitu:

Keliling lingkar pergelangan tangan dibagi diameter jam, semuanya dalam satuan milimeter.

Bila tercantum pula informasi terkait jarak lug to lug, usahakan agar panjangnya tidak melebihi lebar pergelangan tangan.

Berdasarkan rumus ini, jam tangan yang diameternya pas memiliki rasio antara 4 hingga 5. Ambil contoh misal lingkar pergelangan tangan saya 185 mm dan memakai Seiko SKX007 yang diameternya 40 mm, maka hasilnya adalah 185/40 = 4,625 yang artinya Seiko SKX007 masih pas ukurannya untuk tangan saya. Lebih jauh lagi, dari rumus ini juga dapat diperkirakan diameter jam maksimal dan minimal yang cocok untuk saya kenakan, yaitu 185/5 = 37 mm untuk diameter terkecil serta 185/4 = 46,25 mm untuk diameter terbesar.

Namun perlu diingat bahwa perhitungan ini merupakan suatu gambaran semata. Faktor-faktor seperti ketebalan case dan karakter pergelangan tangan yang lebih membulat atau melebar juga berpengaruh. Bentuk case yang lebih kotak cenderung terlihat sedikit lebih besar. Selain itu desain jam tangan itu sendiri juga menentukan.  Tipe dress watch seperti Cartier Tank tetap terlihat cocok meski mungil, begitu pula jam tangan keluarga G-Shock dan SEVENFRIDAY pun dapat terasa pas walau bongsor. Dan yang paling utama, semua kembali ke selera kita masing-masing sebagai pemakai, karena kitalah yang mengenakan jam tangan tersebut dan jam tangan merupakan salah satu bentuk ekspresi tiap pribadi.



DJO/www.jamtangan.com

Kisah Mengharukan Istri Virgoun, Dirayu Pengusaha Kaya Hingga Memutuskan Berhijab dan Pakai Cadar


Virgoun adalah seorang penyanyi yang membuat banyak orang terhipnotis lewat lagunya 'Surat Cinta Untuk Starla'.

Virgoun merupakan seorang mualaf. Ia bersyahadat di depan Syekh Ali Jabber, tahun 2013 lalu. Ia memiliki istri cantik bernama Ina Idola Rusli yang ternyata mantan personel girl band Bexxa.

Cerita soal Inara inilah yang begitu mengharukan, dari seorang mantan girl band dan berhiijrah hingga kini mantap menggunakan cadar.

Ternyata ia nyaris berpaling dari suaminya ketika digoda pengusaha kaya raya untuk berselingkuh.

Inara lahir di Jakarta, 19 Februari 1993. Ia mengawali karier sebagai bintang iklan pada 2003 lalu. Saat itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Berkat kecantikannya, Inara pernah terpilih menjadi 3 besar Cewek HAI pada 2009 mewakili sekolah.

Inara pernah bergabung dengan girlband Bexxa dengan posisi sopran singer. Ia memiliki fans bernama Insomina.


Inara menikah dengan Virgoun pada 14 Desember 2014. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang putri bernama Starla Rhea Idola Virgoun.

Tapi banyak yang tak tahu dengan kehidupan wanita cantik ini.

Mantan personel girl band Bexxa ini menyebut, serentetan peristiwa memantapkannya meninggalkan gaya berbusana seksi yang bertahun-tahun melekat padanya.

Niat berhijab sudah ada dalam diri Inara Idola. Namun karena masih ada ganjalan, urung terlaksana.

“Sejujurnya aku sudah mau berhijab dari awal aku mengandung Starla. Tapi karena banyak hal, salah satunya kontrak kerja, tertunda,” cerita dia pekan lalu.

Rentetan ujian hidup kemudian menerpa Inara Idola dan keluarga.

“Datang ketika aku ingin mencari tahu lebih jauh tentang keridaan Allah pada kehidupan, tentang tujuan kehidupan yang sebenarnya, dan rasa ingin tahu itu semakin menjadi ketika aku dan suami diberi cobaan bertubi-tubi. Salah satunya cobaan yang datang dari luar, menguji kesetiaan kami berdua. Terutama mengujiku,” ungkap Ina.

Ujian itu bentuknya godaan dari pria berkeluarga.

“Dia pengusaha. Ayahnya juga seorang pengusaha – perusahaannya salah satu perusahaan raksasa di Indonesia. Dia sudah berkeluarga dan sudah punya anak. Namun sepertinya rumah tangganya kurang harmonis sehingga dia 'mencari-cari' (wanita lain) di luar,” tuturnya

Inara Idola tidak curiga ketika pria itu berkenalan dengannya dan mulai chat dengannya lewat ponsel.

Namanya juga ingin berteman, pikir Inara Idola saat itu.

“Aku kenal dia di sebuah acara, di mana aku diundang untuk hadir. Aku menganggapnya teman. Lagi pula suatu hari bisa menjadi rekan bisnis atau berbagi jaringan bisnis. Awal dia chat, sih sopan,” tutur Inara Idola.

Pria itu terus menggempur Inara Idola dengan chat, setiap hari.

Pesan-pesannya menggambarkan isi hati pria yang sedang gencar mendekati wanita yang ditaksir. Inara Idola lama-kelamaan risi.

“Chat-nya makin ke sini makin mengarah seolah dia siap meninggalkan keluarganya,” jelas bungsu dari empat bersaudara pasangan almarhum Yus Rusli dan Tri Merciana Lubis.

Kekayaan pria itu tidak menggodanya. Meski saat bersamaan, ia dan suami tengah mengalami krisis finansial.

“Sama sekali enggak terpikir untuk berkhianat, naudzubillah. Itu sangat bertentangan dengan hati nuraniku, karena aku sudah berumah tangga,” tegas dia.

“Aku kuatkan niat hanya untuk mencari ridha Allah. Karena aku cinta suamiku, aku cinta keluargaku, aku cinta anakku, apa pun yang mengundang risiko pada rumah tangga kami, aku tinggalkan.”

Sebuah kiriman dibagikan oleh Virgoun Tambunan (@virgoun_) pada

Inara Idola tidak melibatkan langsung suaminya dalam masalahnya.

“Aku cerita garis besarnya saja, demi menjaga perasaannya,” aku Inara Idola.

Pengusaha itu masih rajin mengiriminya pesan, tapi tidak digubrisnya.

Ia tidak memblokir nomor ponsel pria itu, dengan alasan, “Kalau aku blokir, menunjukkan tidak ada iktikad baik dariku untuk berteman. Dan, Islam melarang memutus tali silaturahmi. Jalan tengahnya, ya aku diamkan saja.”

Inara Idola  lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan, niat berhijab muncul kembali. Semakin bulat tatkala melihat keseriusan suami mempelajari Islam lebih dalam.

“Suamiku mualaf. Dia tertarik mempelajari Islam karena Allah yang mengizinkanku untuk memperkenalkan Islam. Melihat suamiku yang sudah bertekad untuk berhijrah menjadi seorang Muslim yang lebih baik, aku malu pada diriku sendiri yang terlahir sebagai Muslim,” ungkap wanita kelahiran 19 Februari 1993 ini.

“Karena itu, pada Desember 2016, aku berhijrah mengikuti ajaran kitab suci Alquran dan sunah Nabi Muhammad, dengan menutup auratku,” ucap Inara Idola.

Kini setelah setahun berhijab, Inara kembali membuat lompatan besar dalam hidupnya.

Ia mantap untuk bercadar demi menghindari fitnah.

Kisahnya mengenakan cadar dibeberkan Ustaz Derry Sulaiman.

Dilansir Sripoku.com dari instagram @derrysulaiman, ia menceritakan bagaimana awal mula Inara bercadar.


Berikut kisahnya :

Bismillah... MasyaAllah... Virgoun adalah seorang seniman yg luar biasa, baik hati & cerdas... susunan syair yg tertulis dari jemarinya terbukti mampu membuat seluruh telinga yang mendengarkan terpukau...

Allah sayang virgoun sehingga beliau dipaksa utk menerima hidayah yg sngt indah...

Seharian kami jalan & ngobrol kemaren... dari majlis ke majlis, berakhir di madrasah tahfidz putri ustadz @bobbyherwibowo @askarkauny di cibinong...

Sempat virgoun curhat, seringkali dia marah ketika banyak laki laki yg menggoda / melihat kecantikan istri nya @inararusli di jalan... bahkan pernah dimasjid setelah sholat...

istri nya jalan duluan, virgoun di belakang, tau tau di depannya ada 2 org anak muda lagi ngomongin istrinya...

eh eh... cantik... ta'aruf sanaa... ga boleh pacaran.... astaghfirullah.... ( itu org abis sholat aja bs tergoda ) hmmm... apalagi yg ga sholat...

Namun kegalauan nya krn punya istri cantik skrg telah terobati, setelah kmrn inna memakai niqab di pakaikan oleh istri sy @jodhaofficial .... masyaAllah...

skrg kecantikan mami nya @starlaidola terlindungi, skrg hanya utk virgoun aja... heheh takbiiir!!!

Salah satu Ciri ciri wanita sholehah itu... dirumah dia KEBARAT BARATAN, diluar dia ke ARAB ARABAN.... masyaAllah....

Smg @inararusli istiqomah dgn niqab nya... Allah loves u... laki nya bahagia banget tu... ampe nari nari... heheh... tunggu kiriman niqab terbaru dari @jodhahijablook

Hiks... jd terharu... bahagia liat teman bahagia... #dsas

#ngopi ," tulis Derry

Lihat Video ketika wajah cantik Inara ditutupi cadar


Virgoun Masuk Islam karena Terjemah Alquran

Pada tahun 2013 lalu, Virgoun mendapat hidayah untuk menjadi seorang muslim.

Virgoun mengisahkan awal mula dirinya memeluk agama Islam.

Awalnya, dia kerap ngobrol-ngobrol tentang agama dengan kakak dari istrinya.

Hingga pada suatu ketika, Virgoun ditantang untuk membaca terjemahan Alquran.

Dia pun terima tantangan itu sehingga lembar demi lembar terjemahan dia baca.

Tapi, baru lembar ke lima terjemahan dia sudah menangkap isi dari Alquran. Virgoun makin tertarik dan terus belajar tentang Islam.

Dia juga tak pernah bosan bertanya kepada setiap orang yang dianggapnya paham tentang Islam.

Tidak lupa juga Virgoun mencari kajian-kajian soal Islam dari berbagai sumber.

Virgoun hanya butuh waktu 7-8 bulan untuk memutuskan pindah keyakinan.

Disaksikan Syekh Ali Jabber

Kemudian pelantun lagu 'Surat Cinta Untuk Starla' itu dipertemukan dengan Syekh Ali Jabber.

Dia banyak tukar pikiran mengenai agama, baik Islam maupun agama terdahulunya.

"Dia (Ali Jabber) jabarin semuanya cerita sesungguhnya seperti apa, dan akhirnya saya minta dia jadi saksi syahadat saya," cerita Virgoun saat ditemui di acara ulang tahun kedua putrinya, Starla, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Setelah menjadi mualaf, dia terus mempelajari Alquran. Terlebih lagi dia menikahi pujaan hatinya yang juga seorang muslim.

Dia ingin menjadi muslim sesungguhnya, yang segala sesuatu dilakukan mendapat ridha dari Allah SWT.

Virgoun menyadari Alquran adalah buku manual tentang kehidupan. Segala sesuatu perihal kehidupan sehari-hari tercantum di dalam Alquran.

Menurut dia, semua ada aturannya mulai dari buang air, berdagang sampai perang dijelaskan secara rinci.

Itu pun yang membuatnya terbelalak lantaran dia lebih skeptis menilai segala sesuatu.

Virgoun melihat jika Islam disandingkan ratusan tahun yang akan datang dengan Alquran, tetap masih sejajar.

Sebab Alquran adalah firman langsung dari Allah melalui malaikat kepada nabi.

Keputusan dia untuk menjadi muslim, sempat ditentang keluarga besar. Terutama ibunya yang nonmuslim.

"Cuma memang saya kasih penjelasan, 'saya udah umur 27, udah punya hak menentukan yang mana pilihan jalan saya, ini keyakinan saya, saya nyaman di sini," kata dia menirukan penjelasannya kepada keluarga.

Keluarga akhirnya menerima penjelasan Virgoun. Apalagi keluarga juga melihat banyak perubahan dalam diri Virgoun.

Sejak menjadi mualaf, sedikit demi sedikit perilakunya berubah menjadi positif.

Dia tak lagi urakan dan hura-hura. Virgoun sangat menjaga tutur kata, lebih menghormati yang lebih tua dan tentunya makin sayang kepada keluarga.

Itu yang membuat keluarga percaya bahwa Islam membawa perubahan serta dampak positif kepada pria kelahiran 26 September 1986 tersebut.

Sebenarnya, Islam bukan agama yang asing bagi Virgoun. Ada beberapa keluarganya yang beragama Islam.

Lingkungan dan teman-temannya pun banyak orang muslim.

"Pada saat puasa pas kecil kok teman-teman saya pada ilang ya pada ke mana ya, pada terawih saya ikutan jadi udah terbiasa. Tapi kalau memang benar mengenal akidahnya seperti apa, rule seperti apa, detailnya baru sekarang. Kemarin Insya Allah walaupun ada batal 1-2 kebayar, mudah-mudahan nanti bisa full," tuturnya.

Editor: Zaenal

Membenci Suami, Tak Disangka Begini Wanita Ini Setelah Ditinggal Pergi

Membenci Suami, Tak Disangka Begini Wanita Ini Setelah Ditinggal Pergi

Kisah mengharu biru tentang cinta dan kehidupan rumah tangga suami istri ini bisa menjadi pelajaran bagi pasangan suami istri lainnya agar dapat lebih bersyukur dengan apa yang telah mereka miliki saat ini.

Kisah ini sudah cukup lama viral di dunia maya, baik di Facebook, blog, maupun di berbagai forum. Tidak diketahui apakah cerita ini adalah kisah nyata atau hanya fiktif dan siapa yang menulisnya.

Namun terlepas dari itu semua, semoga dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.

Berikut Kisahnya, seperti dikutip dari fanspage "Lihat Selengkapnya" dengan judul "Jangan nangis ya bacanya (lelak idaman)", yang mampu membuat netizen terharu dan menangis. Selamat membaca....

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain.

Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun.

Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri.

Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku.

Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku.

Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, dan aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku. Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi.

Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak.

Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya

Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit.

Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi.

Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang kedelapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir.

Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah.

Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku.

Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.

Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut.

Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya.

Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku.

Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai.

Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah.

Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.

Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku,” katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara.

Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak.

“Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada di mana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali.

Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku.

Si empunya salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.

Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku.

Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya.

Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba.

Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku.

Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak Armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.

Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian.

Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung.

Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku.

Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku.

Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu.

Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock.

Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku.

Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu.

Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama.

Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami.

Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Air mata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku.

Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja.

Tapi bukannya berhenti, air mataku semakin deras membanjiri kedua pipiku.

Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis.

Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya.

Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan.

Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan.

Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.

Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental.

Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya.

Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja.

Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah.

Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun.

Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku.

Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.

Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan.

Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.

Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang.

Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku.

Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali.

Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.

Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.

Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnya pun tidak mau kuhapus.

Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote.

Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada.

Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu.

Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku.

Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku shalat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna.

Shalatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak.

Teman-temanku yang selama ini kubela-bela, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi.

Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja.

Semua dilakukan suamiku.

Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa.

Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.

Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini.

Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga.

Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.

Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga.

Tapi bekerja di mana?

Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris.

Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat.

Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang.

Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri.

Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi.

Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya.

Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja.

Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti.

Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi.

Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak.

Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja.

Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini.

Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini.

Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku.

Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu

Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku.

Jagalah Ibu dan Farah.

Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya.

Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya.

Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajeri oleh orang-orang kepercayaannya.

Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku.

Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku.

Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang.

Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “Seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku.

Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya.

Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Interested for our works and services?
Get more of our update !