Showing posts with label Advertorial. Show all posts
Showing posts with label Advertorial. Show all posts

I’tikaf Meninggalkan Keluarga tetapi Tidak Kuat Meninggalkan Gadget & Handphone




Saudaraku

Hakihat i’tikaf adalah meninggalkan hubungan dan interakis dengan manusia sementara dan berusaha meminimalkannya

Ibnu Rajab mengatakan.

حقيقة الاعتكاف قطع العلائق عن الخلائق للاتصال بخدمة الخالق ، وكلما قويت المعرفة بالله والمحبة له والأنس به ، أورثت صاحبها الانقطاع إلى الله بالكلية

“Hakikat i’tikaf adalah memutuskan hubungan dan interaski dengan manusia untuk berkhidmat (beribadah) kepada khaliq (Allah). Semakin kuat ma’rifah, cinta dan sayang kepada Alah maka ia akan semakin memutus hubungan dengan menusia dan fokus kepada Allah secara total.”[Lathaif Al-Ma’arif hal 289]

Di zaman ini, godaan yang paling besar adalah gadget, handphone dan sosial media. Jika kita termasuk orang yang tidak bisa mengontrol diri, hendaknya kita tidak membawa gadget atau handphone ketika i’tikaf atau mungkin menitipkannya pada panitia masjid agar kita fokus i’tikaf.

Sampai membuat kemah kecil

Perhatikan bagaimana teladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai membuat kemah kecil di dalam masjid agar benar-benar fokus kepada Allah dan jauh dari manusia di dalam masjid. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
.
كَانَ النَّبِىُّ يَعْتَكِفُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ، فَكُنْتُ أَضْرِبُ لَهُ خِبَاءً فَيُصَلِّى الصُّبْحَ ثُمَّ يَدْخُلُهُ
.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam I’tikaf pada sepuluh malam terakhir dari ramadhan dan aku membuatkannya kemah kemudian beliau shalat subuh lalu memasukinya.” (HR. Bukhari). Hendaknya kita juga tidak mengajak mengobrol-ngonrol teman-teman dan sahabat yang i’tikaf terlalu lama.

Mari kita renungkan, hanya 10 hari dari 360 hari dalam setahun yang Allah perintahkan agar kita fokus beribadah kepada Allah, yang menciptakan kita dan telah memberikan segala karunia dan kebaikan kepada kita. Apakah kita masih sangat sibuk dengan urusan dunia?

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Soal debat Sri Mulyani memang Omong Doang

Soal debat Sri Mulyani memang Omong Doang

Bicara adalah satu hal. Sedangkan berbuat hal lainnya lagi. Sayangnya, banyak orang yang seringkali apa yang dilakukan tidak sama bahkan bertentangan dengan yang disampaikan. Kalau sudah begini, stempel yang pas, minimal disebut omdo. Omong doang!

Di acara Welcoming Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan(LPDP) di Jakarta, Senin malam (7/5), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak takut ditantang berdebat. Ini adalah bicara!

Bagaimana praktiknya? Hingga kini, sudah lebih dari 10 hari, dia tidak (berani) melayani tantangan debat terbuka yang disampaikan ekonom senior Rizal Ramli. Padahal, Menku Ekuin dan Menkeu era Gus Dur itu hanya menyambut tantangan yang dilontarkan Presiden Jokowi, agar pihak-pihak yang selalu mengkritisi utang luar negeri adu data dan argumen dengan Menkeu Sri.

Sri dan para hulubalangnya di Kemenkeu boleh saja berdalih ini-itu untuk menghindar dari debat soal utang Indonesia. Pastinya, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan sampai Februari 2018, Utang Luar Negeri (ULN) mencapai US$352,2 miliar. Dengan kurs BI hari ini (8/5) yang Rp14.036/US$, maka utang itu senilai Rp4.943 triliun lebih. Hampir Rp5.000 triliun!

Kalau Menkeu dan para pemujanya ngotot berpendapat angka hampir Rp5.000 triliun masih tetap aman dan tidak masalah, maka benar-benar sulit membuat kelompok ini menyadari betapa sudah gawatnya utang Indonesia. Apalagi, lagi-lagi, seperti biasa, mereka menjadikan rasio utang dan PDB yang angkanya masih jauh dari 60% sebagai patokan. Sikap ngeyel bin ndableg itu tetap mereka dekap erat, kendati para ekonom jujur dan waras sudah lama mengkritisi, bahwa menisbahkan utang dengan PDB bukan cuma tidak pas, tapi malah sesat dan menyesatkan.

Semestinya, mengukur utang harus dinisbatkan dengan kemampuan sebuah negara dalam membayar utang, atau debt to service ratio (DSR). Sayangnya, ya itu tadi, Sri dan para pengekornya lebih suka menggunakan patokan versi junjungan asingnya yang melenakan dan menyesatkan. Bagaimana tidak melenakan, kalau seriap saat rakyat benaknya dipompa dengan anggapan utang masih aman karena rasionnya masih jauh dari 60% PDB? Tanpa disadari, tahu-tahu Indonesia sudah masuk debt trap, sehingga harus gali lubang tutup jurang.

Tapi sudahlah, memang begitu karakteristik para penganut dan pejuang neolib. Buat mereka, apa saja yang tidak senada apalagi bertabrakan dengan keinginan dan kepentingan IMF dan Bank Dunia sebagai juragannya, pasti bakal ditolak mentah-mentah. Mereka tidak peduli, bahwa kepentingan dan keinginan junjungannya itu sangat merugikan bangsa dan rakyatnya sendiri.

Prudent dari Hong Kong?!

Perempuan mantan petinggi IMF dan Bank Dunia juga berulang-ulang mengklaim Pemerintah mengelola utang dengan prudent agar anggaran bisa terjaga kesinambungannya. Prudent apanya, kalau sejumlah indikator penting justru negatif?

BPS melaporkan sejak Desember 2017 hingga Februari 2018 neraca neraca perdagangan Indonesia selalu mengalami defisit. Kalau dalam dunia sepak boleh, defisit kali ini mencetak hat-trick. Pada Februari defisitnya sebesar US$11 juta. Lalu, Desember 2017 dan Januari 2018, masing-masing defisit US$756 juta dan US$220 juta. Jika diakumulasi, maka hat-trick defisit neraca perdagangan sudah menembus US$1,1 miliar dolar AS. Top, kan? Apanya yang prudent? Prudent dari Hong Kong?!

Keseimbangan primer di APBN dalam beberapa tahun terkahir juga selalu defisit. Pada APBN 2018 dipatok defisit Rp87,3 triliun. Jangan tanya lagi defisit volume APBN yang memang sudah langganan dari tahun ke tahun. Tahun ini, defisit anggaran mencapai Rp325,9 triliun. Saking rajinnya bikin defisit APBBN, hingga tak berlebihan bila Sri dijuluki madem defisit (APBN).

Lalu, berkesinambungan seperti apa yang Sri maksudkan? Sustain untuk terus bayar cicilan pokok dan bunga utang? Pada 2018, Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp637,8 triliun untuk bayar utang. Jumlah ituterdiri atas pembayaran bunga utang Rp238,6 trilliun, dan cicilan pokok utang Rp399,2 triliun. Angka ini jauh di atas anggaran untuk pendidikan yang Rp444,1 triliun dan infrastruktur yang amat dibangga-banggakan, sebesar Rp410,7 triliun.

Sebagai penganut neolib sejati, tidak mengherankan kalau Sri menyusun APBN dengan prinsip creditors first. Perkara untuk itu rakyat harus terus diperas dengan bermacam pajak dan dicekik lewat kenaikan berbagai harga, itu soal lain. Itu sih DL, alias derita loe!

Jurus ngeles

Yang lebih menyedihkan, Menkeu yang konon terbaik Asia dan menteri terbaik dunia itu justru minta tolong kepada anak-anak baru lulus dari program LPDP. Namun untuk menutupi ketidakberaniannya berdebat, dia menggunakan diksi yang hebat-hebat.

"...Karena anda sudah pasca sarjana, maka anda memiliki tanggung jawab luar biasa besar. Saya ingin menantang anda untuk bersuara, give your voice of reason. Tidak ada yang saya takuti, yang saya takuti adalah cara berpikir terutama generasi muda yang tidak mampu berpikir terbuka," ujar Sri di hadapan anak-anak itu dengan gagah.

Hehehe... Sungguh suatu jurus ngeles alias berkelit yang ampuh dan dahsyat. Dalam hal merangkai kata-kata, perempuan yang namanya disebut-sebut dalam persidangan skandal Bank Century ini memang dikenal jagoan.

Pada konteks ini, ngelesnya tadi bahkan membuahkan dua hasil sekaligus. Pertama, dia merasa bisa lolos dan tidak perlu berdebat secara terbuka soal utang luar negeri yang dia buat. Kedua, dia bisa membius dan memerintahkan anak-anak baru lulus tadi menjadi juru bicara sekaligus pembelanya menghadapi pihak-pihak yang mempersoalkan utang Indonesia.

Singkat kata, pada perkara debat utang, Sri sepertinya sadar betul bahwa dia mengalami apa yang disebut maju kena mundur kena. Nekat maju, dia bakal ketahuan rajin menimbun utang dalam jumlah amat mengerikan. Dia juga bakal ketahuan kalau utang-utang yang dicetaknya berbunga supermahal sehingga amat membebani APBN, membebani negara dan rakyat Indonesia. kalau nekat berdebat, dia juga akan ketahuan selama ini meninabobokan publik dengan data yang tidak lengkap dan bermacam dalih, bahwa utang Indonesia masih tetap aman. Jadi, mari terus berutang!

Di sisi lain, kalau dia mundur atau menolak, sama saja artinya melawan perintah bosnya, Presiden Jokowi. Pasalnya, Jokowi dengan pe-de sudah melayangkan tantangan terbuka kepada siapa saja untuk adu argumen dan adu data dengan Menkeunya. Tantangan itu sekaligus menunjukkan posisi Presiden, bahwa dia sangat bangga punya Menkeu 'hebat'.

Aneh, benar-benar aneh

Tapi sampai di sini, ada satu hal yang membuat saya gagal paham. Kok bisa ya, Menkeu tidak melaksanakan perintah Presiden? Yang lebih mengherankan lagi, kok bisa Presiden adem-ayem saja perintahnya tidak dilaksanakan bawahannya. Buktinya, sampai sekarang Jokowi tidak kunjung mengeluarkan pernyataan yang eksplisit memerintahkan Menkeunya menyambut tantangan debat yang dia picu.

Bukan itu saja. Penolakan atas perintah itu sejatinya juga mempermalukan Presiden. Ibaratnya, Jokowi sudah sesumbar punya jagoan bagus, sakti mandraguna, yang siap menghadapi siapa pun lawan. Namun begitu ada lawan yang menyambut tantangan, eh si jagoan yang dibangga-banggakan sudah keok sebelum bertanding.

Tapi, lagi-lagi memang aneh. Sudah perintah ditentang bahkan dipermalukan, kok Presiden anteng-anteng saja, ya? Aneh. Benar-benar aneh!

Jakarta, 8 mei 2018

Edy Mulyadi , Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Statement Said Aqil Siraj "Islam Nusantara" diluruskan oleh ulama dari Mesir

Statement Said Aqil Siraj diluruskan oleh ulama dari Mesir

Baru baru ini Grand syekh Al Azhar kembali datang berkunjung ke Indonesia untuk yang ke sekian kalinya.

Diantara kunjunganya Syekh Ahmad Tayyib diundang untuk berkunjung ke kantor PBNU. Di tempat acara dipasang banner dengan kata kata dari bahasa arab yg kurang lebih artinya :

"Dari Islam Nusantara menuju kedamaian Alam semesta."

KH Said Aqil pun berbicara dengan bahasa Arab guna menjelaskan kepada Syekh Ahmad Thayyib tentang apa itu Islam Nusantara. Beliau menjelaskan bahwa Islam nusantara adalah Islam orang Nusantara Indonesia, Malaysia, Brunei yang penuh toleransi anti ektrimisme dan radikal, Tidak sama dengan islam arab (sambil tertawa ringan).

Kemudian Syekh Ahmad Thayyib pun langsung menjawab secara tegas meluruskan pernyataan dari KH. Said Aqil, Beliau mengatakan :

"Seandainya saja Allah tahu bahwa bangsa Indonesia Lebih pantas dari bangsa arab untuk menerima dan mengemban Risalah penutup kenabian, maka Risalah tidak akan diturunkan kepada Nabi Muhammad. (disambut oleh tawa para hadirin).

Syekh Ahmad menjelaskan kembali :

"Allah yang maha tahu dan Allah memilih Bangsa Arab untuk Mengemban dan melanjutkan dakwah Rasulullah saw karena Allah tahu bangsa arablah yang mampu menyebarkan agama ini sampai ke seluruh penjuru dunia.

"Berbeda dengan nabi nabi yang Allah utus sebelumnya yang memang masa kenabianya terbatas dan jangkauan dakwahnya juga terbatas contohnya seperti nabi nabi bani israil maka dipilih nabi dari selain bangsa arab. Namun ketika diutus Nabi Muhammad nabi yang syariatnya akan selalu dijunjung hingga akhir zaman dan wajib di imani oleh seluruh manusia di seluruh penduduk bumi Maka Allah memilih bangsa arab yang pertama menerima dakwah ini dan menyebarkanya ke seluruh penjuru dunia."

Syekh ahmad thayyib melanjutkan :

"Sungguh tidak sah iman kalian kecuali kalian mencintai orang arab ini (yakni nabi Muhammad SAW) lebih dari kalian mencintai diri kalian keluarga kalian bangsa kalian dll. dalam arti lain kalau kalain anti dan sentimen terhadap bangsa arab maka tidak sah iman kalian."

"Kami belajar tentang sejarah masuknya islam disini. Bukankah yang membawa Islam ke negri kalian ini adalah orang orang arab? seandainya saja orang orang arab itu tidak datang kesini dan mengajarkan kalian bagaimana ajaran Islam maka mungkin kalian sampai saat ini masih berada dalam keyakinan umumnya orang orang timur Asia yang keyakinanya bertentangan dengan kebenaran (animisme, dinamisme, menyembah patung, pohon dll)."

"Bukankah anda tahu bahwa Rasulullah saw Marah besar ketika orang orang saling membangg-banggakan sukunya ada yang mengucap saya dari suku Aus saya dari Khazraj nabi marah sampai memerah wajahnya. Maksudnya agar Ummat Islam tidak fanatik kesukuan tapi menganggap semua muslimin adalah saudara tanpa membeda bedakan suku dan ras."

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan & keberkahan kepada keduanya serta kepada kita semua.

Berikut Video Lengkapnya :


Begitu Hinanya Jokowi dalam Prasangka Kita

Begitu Hinanya Jokowi dalam Prasangka Kita

Memahami Jokowi sebenarnya sangat sulit, bahkan oleh orang-orang terdekatnya sendiri. Tentu ada plus-minusnya, Jokowi manusia biasa. Namun dari banyak hal yang saya ketahui, kesimpulannya hanya satu: Jokowi orang baik.

Kita mulai dari keluarganya. Gibran itu anak miliarder, walikota, tapi dia merintis usaha dari jualan kaki lima. Anak pengusaha sukses itu tidak mau meneruskan bisnis keluarganya. Ia ingin mandiri, tak mau dibayang-bayangi nama besar ayahnya. Berapa banyak anak seperti ini di Indonesia?

Anak perempuannya mendaftar PNS dan gagal. Bayangkan, anak orang nomor satu itu memiliki cita-cita sederhana dan itupun tidak berhasil. Banyak orang menertawakan hal ini. Apa hebatnya jadi PNS? Pertanyaan ini kita balik, "Apakah hina menjadi PNS?" Semua pekerjaan itu hebat. PNS yang baik bisa jadi pahlawan bagi negara ini. Begitu juga dengan guru, tentara, penyair, wartawan, buruh bangunan. Itu soal person, niat dan ketulusannya.

Anak bungsunya memang kuliah di Singapura, sudah lihat kos-kosannya? Tempat itu bahkan tak layak untuk anak seorang camat. Sangat sederhana. Di tempat kuliahpun awalnya tak banyak yang tahu dia anak Jokowi, presiden dari dua ratus juta sekian rakyat. Ia bukan tipikal anak songong yang membanggakan orang tuanya.

Istrinya, adalah perempuan dusun biasa. Ia tak paham apa itu kemewahan ala selebritis. Tukang gosip atau punya hobi aneh-aneh. Ia hanya seorang ibu, yang jika pulang ke rumah masih menyapu sendiri.

Keluarganya juga bukan tipikal orang yang suka pamer. Pernah mereka kena tilang polisi, apakah mereka sibuk menunjukkan identitas, saya keluarga Jokowi? Tidak. Mereka menerima kesalahan yang mungkin masih bisa diperdebatkan. Begitulah mereka itu dididik dalam keluarga. Cara-cara hidup sederhana.

Ada juga keluarga yang kena kasus hukum. Jangankan membela, peduli saja tidak. Jokowi memang begitu. Orangnya tak bisa kompromi. Salah ya salah. Semua diserahkan sesuai mekanisme hukum. Bahkan terhadap keluarga sendiri.

Persoalan menjadi berbeda ketika masuk ranah politik. Banyak yang tak mengerti ilmu politik, tapi berlagak jadi ahlinya. Persoalan yang sampai ke publik itu terlihat sederhana seperti cara berpikir mereka. Kemudian mereka menyalahkan Jokowi. Mereka berpikir bahwa, Jokowi adalah pucuk pimpinan, semua hal di bawah kendalinya.

Begini, Jokowi tak mungkin mengurus semua hal. Dia hanya memberi instruksi, arahan, pedoman. Jalannya instruksi ini ditentukan oleh mental pejabat yang bersangkutan. Bayangkan soal demo 212 misalnya, ada banyak aparat yang bermain di sana. Kalian tidak tahu? Oke, tidak hanya itu, ada aliran uang dari BUMN untuk mendanai demo itu. Ini juga kalian tidak tahu? Di kementerian itu saja banyak bedebah cingkrangnya. Jangan lagi ngomong soal PNS, guru, dosen.

Kasus yang kalian bayangkan sederhana, sejatinya rumit. Kita masuk rimba raya yang penuh sengkarut. Di sana berdiri seorang laki-laki kurus dari Solo. Langkahnya terus dijegal. Niat baiknya digembosi, bahkan sejak dari istana. Di partai pendukungnya sendiri banyak yang tak menyukainya. Ia hanya bisa berkelit dan mencari jalan tengah paling mungkin. Kalau ia melawan secara frontal, pasti digusdurkan.

Padahal ada amanat yang harus dia panggul. Anak-anak berperut buncit di Papua, intoleransi di Aceh, kemiskinan di pelosok Jawa, disintegrasi di seluruh sendi negara. Bangsa ini sakit kronis, dekaden parah, dan butuh waktu 200 tahun untuk memperbaikinya.

Yang bisa dilakukan adalah menyelesaikan persoalan skala prioritas. Ada banyak masalah di bidang ekonomi, politik, hukum, kebudayaan-sosial, persatuan-kesatuan, pendidikan, kesehatan, olahraga, dan seterusnya. Problem bangsa ini banyak sekali. Dan itu tak bisa diselesaikan dengan one man show.

Orang-orang mudah menghujat Jokowi berdasarkan prasangka mereka. Padahal faktanya belum tentu demikian.

Kasus Rizieq Shihab menjadi heboh karena banyak orang sibuk berasumsi. Mereka tidak kenal Jokowi secara mendalam. Penilaian mereka terhadap Jokowi begitu rendah dan hina. Mereka menerapkan cara pandang mereka sendiri terhadap Jokowi. Membayangkan kelicikan, sabotase, distorsi, dari upaya hukum, pada diri Jokowi.

Ada juga yang mengharapkan Jokowi otoriter, main paksa, asal perintah. Padahal Orde Baru yang keji itu baru saja tumbang. Gampang sekali mereka lupa bahayanya pemerintahan tangan besi.

Kebebasan yang kita peroleh hari ini harus dijaga. Perjuangannya panjang, korbannya banyak. Risikonya, yang jahat, rusak, busuk, juga ikut berkembang. Inilah demokrasi itu. Garis batasnya jelas, hukum. Jika hukumnya bermasalah, mari kita perbaiki. Mulai dari calon aparat, anak kita, keluarga kita, sudah hidup jujur belum? Kalau ketilang polisi milih diproses atau damai di tempat?

Oknum aparat busuk, oknum wakil rakyat busuk, oknum pemerintahan busuk berasal dari lingkungan yang juga busuk. Berasal dari rakyat yang busuk. Berani memperbaiki diri daripada merasa sok suci?

Menuduh Jokowi ini-itu tanpa bukti namanya fitnah, dan fitnah itu dosa. Disiplin berpikir begini saja sulit dilakukan. Apalagi membicarakan hal muluk tentang keadilan hukum dan kemakmuran bangsa. Jangan berasumsi terlalu tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat terbang kapok. Dudukkan persoalan sesuai porsinya. Jangan membuat kisah fiksi, fake news, provokasi.

Asumsi-asumsi offside itu bermasalah, tak perduli dari kubu mana berasal. Biasakan untuk berpikir kritis, pertanyakan bukti dan koherensi penalaran. Jangan mudah terbawa ombak dan pusaran rasa benci.

Siapapun kita, di pihak manapun kita, asal berperan sebaik-baiknya akan baik untuk bangsa ini. Silakan dukung pemerintah atau jadi oposisi, lakukan dengan profesional, kritis, logis. Itu bagus untuk penyeimbang. Jangan hanya bisa membual. Negara ini tak butuh tambahan sampah.

Bangsa ini sakit kronis, untuk memperbaikinya tak bisa dilakukan dengan sulapan. Butuh waktu yang sangat panjang, upaya yang sangat besar. Satu-persatu kita selesaikan. Sebelum ke sana, kita harus selesai dengan diri kita masing-masing. Sudah jadi orang jujur belum? Sudah taat pajak belum? Sudah buang sampah pada tempatnya belum? Sudah mau antri dengan tertib belum?

Kalau dari hal sederhana saja kita masih suka berlaku curang, jangan bermimpi muluk-muluk, jangan berkata terlalu tinggi.

Jokowi orang baik, jujur, pekerja keras. Ini saja dulu yang harus diyakini. Dia orang yang sudah selesai dengan dirinya. Ia bukan manusia rendah dan licik sebagaimana anggapan banyak orang terhadap dirinya sendiri, lalu dituduhkan kepadanya.

Dia tak butuh apa-apa dari kita. Harapannya hanya ingin memperbaiki yang rusak itu dengan sekuat tenaga, dalam tempo yang sangat singkat. Ini basis penalaran kita sebelum berasumsi. Orang-orang baik seperti ini harus didukung, meskipun dia memang tak bisa memuaskan semua pihak. Jangan mudah menuduh yang bukan-bukan, lalu baper dan jotakan.

Menjadi manusia memang berat, karena syarat utamanya mampu berpikir logis. Akibat dari asumsi berlebihan, kita menghakimi terlalu jauh. Begitu hinanya Jokowi dalam prasangka kita. Padahal ia orang yang begitu baik dan sudah selesai dengan dirinya...

Kajitow Elkayeni

Kitab Suci Fiksi dan Kegagalan dalam Menjelaskan

Kitab Suci Fiksi dan Kegagalan dalam Menjelaskan

Sudah tepat saat Gerung bilang kitab suci itu fiksi, seharusnya dia berhenti disitu.

Argumennya menjadi berantakan saat dia mulai membedakan antara kata "fiksi" dan "fiktif", lha bagaimana mau dibedakan kalau yang satu adalah kata benda dan yang lainnya adalah kata sifat dari kata benda tersebut.

Anehnya kedunguan Gerung ini segera disamber tanpa pikir panjang oleh cuitan ustad Tengku itu....seolah argumen yang ngawur secara ilmiah ini adalah benar.

Brengseknya di negeri ini ada juga orang-orang semacam Permadi Arya atau Abu Janda yang melaporkan Gerung ke polisi. Pasalnya Penodaan Agama. Gerung mau di Ahok kan oleh Ahokers. Nilai apa yg mau diperjuangkan kalo seolah negeri ini isi nya hanya dendam dan dendam.

Salut sama Budiman Sudjatmiko yang kira-kira berkata bahwa Secara prinsip, melaporkan Gerung itu melanggar etika berpolitik nya, walopun ia yakin bilamana ia yang melakukan blunder seperti Gerung, lawan politiknya akan mangabaikan etika itu dan melaporkannya. Tapi buat Budiman, politik tetap harus berprinsip.

Dalam kasus pelaporan Gerung oleh Abu Janda ini, gw harus membela Gerung, sama saat gw harus membela Ahok waktu itu, karena sesungguhnya perjuangan gw adalah mempertahankan kewarasan bangsa ini. Pasal sampah peninggalan kolonial ini harus segera dicabut. Pasal sampah hanya berguna bagi manusia-manusia sampah pula.

Namun, gw mendukung kalo Gerung dilaporkan ke dewan etik Universitas Indonesia sebagai staff pengajar yang lulusan S1 sastra tapi sok bicara tentang filsafat namun tidak mampu membedakan kata benda dan kata sifat.....Gerung boleh membela dirinya disini...

**Edit Tambahan:
Gerung ternyata sudah tidak menjadi staff pengajar di UI...jadi paragraf terakhir boleh diabaikan (sengaja gak dihapus biar tetap terekam kesalahan asumsi gw)

Sumber : Andjaradi Rooseno

Karma di Pilkada Jabar, Tuhan Memang Maha Asyik

Karma di Pilkada Jabar, Tuhan Memang Maha Asyik

Hukum karma rupanya datang lebih awal dari yang dikira dalam perhelatan demokrasi di Jawa Barat. Dua partai politik yang telah mengkhianati kesepakatan, kini menuai ganjaran. Elektabilitas kandidat yang mereka usung, terjun bebas dalam sejumlah hasil survei. Sementara, elektabilitas kandidat yang dulu diabaikan, jauh melambung tinggi. Kondisi ini tak ubahnya seperti judul buku yang pernah ditulis budayawan Sujiwo Tejo, “Tuhan Maha Asyik”.

Sepekan belakangan, dua lembaga survei, Litbang Kompas dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), merilis hasil kajian mereka terhadap elektabilitas kandidat di Pilkada Jawa Barat. Hasilnya, dua kandidat bersaing ketat memperebutkan suara mayoritas, sementara dua sisanya tertinggal jauh di belakang.

Pada survei Litbang Kompas, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo D) memimpin dengan elektabilitas 42,8 Persen. Disusul pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) di tempat kedua dengan perolehan 39,9 persen. Pada posisi ketiga, ditempati pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan 7,8 persen dan terakhir pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 3,1 persen. Sisanya, 6,4 persen responden tidak menjawab atau rahasia.

Hasil survei yang tak jauh beda dirilis SMRC, meski lembaga ini menempatkan pasangan Rindu di posisi pertama dengan raihan elektabilitas tertinggi. Rindu memperoleh 43,7 persen, disusul Duo D dengan 30,7 persen. Asyik mendapat 4,6 persen, dan Hasanah hanya memperoleh 2,8 persen.

Dari dua survei terbaru ini bisa tergambar cuma dua kandidat yang berebut kemenangan, yakni Duo D yang diusung Partai Demokrat dan Golkar, serta Rindu yang didukung koalisi PKB, PPP, Nasdem dan Partai Hanura. Sedangkan dua kandidat lain, yaitu Asyik yang menjadi jagoan Gerindra dan PKS, serta Hasanah dari PDIP, hanya akan menjadi penggembira, lantaran elektabilitas mereka rendah sekali.

Boleh saja para pendukung pasangan Asyik dan Hasanah ini masih optimis untuk menang, dengan menuding lembaga survei kurang kredibel atau semacamnya. Namun tetap saja, angka sejomplang itu agak sulit juga untuk didebat. Bagaimana berharap bisa menang, jika jagoan kita belum menyentuh angka 10 persen, sementara elektabilitas dua kandidat lawan sudah di atas 40 persen. Apalagi waktu yang tersisa hanya tiga bulan jelang pemungutan suara. Berjuang sekuat apa juga, peluang menang nyaris tidak ada.

Jika kita ingat ke belakang, kondisi ini tak terlepas dari kesalahan Gerindra yang memaksakan pencalonan Sudrajat. Politikus baru, yang sama sekali belum dikenal publik. Padahal sebelumnya Prabowo Subianto telah berkomitmen untuk mengusung Deddy Mizwar (Demiz). Wakil gubernur Jabar itu pun telah bersedia menjadi kader Gerindra untuk diusung dalam pilkada. Nyatanya, nasib Demiz digantung begitu saja, hingga akhirnya Gerindra membatalkan pencalonan dan menggaet mantan anak buah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang sebelumnya menjabat CEO Susi Air.

Kala itu, Demiz yang masih bergandengan tangan dengan Ahmad Syaikhu, diminta untuk mencari parpol pengusung lain. Sebab, PKS dan PAN tak cukup suara mengusung calon di pilkada. Demiz mendekati Demokrat dan tercapai kesepakatan. Sebagai salah satu pendiri parpol berlambang mercy, mantan aktor pemeran Naga Bonar itu didapuk menjadi kader Demokrat. PKS dan PAN awalnya menerima, bahkan dalam kunjungannya ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden PKS, Sohibul Iman, masih menyatakan komitmen untuk bekerjasama di provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia ini.

Tak disangka, hanya tiga hari setelah pertemuan itu, PKS mendeklarasikan dukungan terhadap Sudrajat. Partai dakwah ini menarik kadernya, Ahmad Syaikhu, untuk diduetkan dengan jagoan Gerindra. Dalih mereka cukup menggelikan. Demiz disebut akan mendukung calon Demokrat di Pilpres 2019 mendatang. Karena itu mereka membatalkan kesepakatan. Ini alasan yang dibuat-buat. Demiz sudah jadi kader Demokrat, jadi wajar jika ia mendukung kebijakan partai yang menaunginya. Tidak ada yang salah dengan itu. Tak lama kemudian, PAN ikut berpaling dengan alasan sudah banyak berutang budi kepada Gerindra. Tinggallah Demiz yang terzalimi dan Demokrat yang terkhianati.

Untung saja di saat bersamaan terjadi gejolak internal di Golkar. Pucuk pimpinannya berganti, sehingga pencalonan di semua pilkada dievaluasi. Di Jabar, partai berlambang beringin ini menarik dukungan dari Ridwan Kamil dan menduetkan kadernya Dedi Mulyadi menjadi pendamping Demiz. Pasangan yang sebelumnya sama-sama terzalimi ini, akhirnya mendapat tempat di hati rakyat. Keduanya populer dengan tingkat keterpilihan lumayan tinggi sejauh ini. Elektabilitas mereka bahkan mengalahkan kandidat kuat seperti pasangan Rindu, dan jauh mengungguli jagoan parpol yang dulu mengkhianati, yakni pasangan Asyik. Jadi cukup tepat rasanya jika kita menggambarkan situasi ini dengan meminjam istilah dari buku Sujiwo Tejo, “Tuhan memang maha asyik”.

Oleh: Patrick Wilson

Karakter Putin, Erdogan, dan Upaya Penggembosan Jokowi

Karakter Putin, Erdogan, dan Upaya Penggembosan Jokowi

Nama Presisen Rusia Vladimir Putin ramai dibicarakan di Indonesia usai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya di Twitter.

Fadli mengatakan seharusnya pemimpin Indonesia memiliki keberanian, kecerdasan, dan wibawa seperti Putin. Tak lupa, ia menyindir pemimpin yang kurang tegas serta banyak utang.

"Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak byk ngutang, nggak planga plongo," kicau Fadli Zon di akun Twitter, @fadlizon, Jumat (30/3).


Cuitan itu mengundang komentar pro dan kontra dari berbagai kalangan. Meski tak menyebut secara langsung, cuitan itu dianggap ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Beberapa waktu lalu juga pemimpin-pemimpin dari negara lain yang dianggap memiliki ketegasan dan kekuatan jadi idola di kalangan masyarakat dan tokoh nasional Indonesia. Sebut saja Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Pengamat komunikasi politik Universitas Gadjah Mada Kuskridho Ambardi menilai ada kecenderungan pemimpin-pemimpin itu diidolakan karena mempunyai atribut yang berlawanan dari Jokowi. Dodi, sapaan akrab Kuskridho, mengatakan perbandingan itu tak lebih dari upaya melemahkan Jokowi. 

Karakter Jokowi dinilai bertolak belakang dengan tiga pemimpin tersebut yang dinilai tegas dan kuat.

"Itu teknik standar untuk mendegradasi lawan politik. Dengan memberi perbandingan, secara selektif dipilih atribut kuat pemimpin lain yang ditandingkan dengan atribut yangg dianggap lemah dari pemimpin di sini," ujar Dodi.

Dodi menilai penggunaan sosok dari luar negeri sebagai upaya pengaburan makna sesungguhnya. Menurutnya, tujuan sebenarnya, khususnya cuitan Fadli Zon, adalah menggambarkan sosok Prabowo yang tegas lebih cocok memimpin Indonesia ketimbang Jokowi. 

Jika membandingkan Jokowi dengan tokoh Indonesia, lanjutnya, akan mudah menimbulkan serangan balik di masyarakat. Selain itu belum ada sosok yang benar-benar unggul dari Jokowi secara elektoral.

"Saya kira yang dimaksud Fadli Zon ya pak Prabowo, tapi secara elektoral belum kokoh," kata dia.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Indonesia Watch for Democracy Abi Rekso menganggap perbandingan ini tidak terlalu efektif. Masyarakat Indonesia, kata dia, sudah tidak terlalu gemar pemimpin mempunyai citra kuat, tegas, dan berwibawa pascareformasi.

"Sosok Jokowi dan SBY secara simbolik disukai masyarakat karena keluwesannya," ujar Abi.

Perbedaannya SBY terlihat memiliki tradisi kelas atas, sementara Jokowi terlihat lebih merakyat.

"Kalau Fadli mengatakan Indonesia butuh sosok pemimpin seperti Putin, dia sebenarnya mengkonstruksi Prabowo sebagai orang yang dianggap memiliki kemiripan dengan Putin. Tapi sebenarnya publik tidak suka orang seperti itu," ujarnya.

Dia menilai sosok Jokowi yang superior secara elektoral membuat oposisi mengulik berbagai cara untuk melakukan penggembosan citra. Namun, oposisi melupakan tugas utamanya: kritik terhadap kebijakan.

Abi menganggap sebenarnya hal ini awal dari konflik horizontal. Masyarakat dididik untuk membenci pemimpinnya bukan karena kebijakan, tetapi citra yang dibuat buruk. Efeknya, semua elemen negara harus turun tangan untuk mencegah konflik horizontal terjadi lebih dalam.

"Hari ini yang terjadi adalah delegitimasi. Bukan kritik terhadap pemerintahan, tapi perontokan terhadap legitimasi pemerintahaan. Itu sebenarnya wajar dalam politik, tapi bukan pendidikan politik yang baik untuk publik karena publik dihasut untuk membenci pemimpinnya," kata dia. 

Inilah 4 Calon Presiden 2019 terkuat dan Profilnya, siapa pilihan kalian?

Menyambut Pemilihan Presiden 2019 beberapa nama mulai muncul sebagai Calon Kandidat Presiden Republik Indonesia, Calon terkuat saat ini adalah inkumben yaitu presiden Joko Widodo yang memerintah mulai tahun 2014. 

Prabowo yang digadang-gadang menjadi penantang terkuat pun tak luput bidikan para Lembaga Survei baik yang Kredibel maupun yang pesanan Partai. Namun ada dua calon terkuat di luar Joko Widodo dan Prabowo yaitu Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur NTB Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan TGB atau Tuan Guru Bajang seorang ulama besar dari NTB.

Jenderal Gatot tampaknya masih malu-malu untuk mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden saat berada di acara Mata Najwa namun di media sosial sudah banyak dukungan yang muncul dari masyarakat ke Jenderal bintang 4 TNI ini.

Tidak kalah juga TGB memulai Safari dakwahnya jauh-jauh hari keliling Indonesia dan mengikuti beberapa Aksi bela islam 212 dan beberapa lagi lainnya. Strategi yang di gunakan oleh Tuan Guru Bajang ini adalah meraup suara dari Umat Islam. 

Namun di balik beberapa nama diatas tidak fair juga kalo kita tidak mengulik rekam jejaknya supaya masyarakat bisa lebih tau dan bisa menentukan pilihannya nanti di tahun 2019.

JOKO WIDODO


PRESTASI DAN KEBIJAKAN
  1. Merenovasi Pasar Tradisional
  2. Merelokasi warga miskin dari bantaran kali ke tempat yang lebih layak
  3. Membuat Kampung Deret
  4. Mengenalkan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar
  5. Pembenahan saluran air di DKI Jakarta melalui program JEDI
  6. Pengambilalihan pengelolaan Sumber Daya Air melalui akuisisi Aetra dan Palyja.
  7. Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera
  8. Membangun Infrastruktur di Papua dengan membangun pasar tradisional dan jalan lintas Papua
  9. Membebaskan 5 tahanan politik OPM dan membebaskan wartawan asing untuk melakukan peliputan di Papua seperti halnya daerah lain di Indonesia
  10. Di bidang kelautan, Jokowi menginstruksikan perlakuan keras terhadap pencuri ikan ilegal.
  11. Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" versi Majalah Tempo.
  12. Penghargaan internasional dari Kemitraan Pemerintahan Lokal Demokratis Asia Tenggara (Delgosea)
  13. Penghargaan Bintang Jasa Utama untuk prestasinya sebagai kepala daerah mengabdikan diri kepada rakyat (2011)
  14. Wali kota terbaik ke 3 di dunia atas keberhasilannya dalam memimpin Surakarta sebagai kota seni dan budaya (2013).
  15. Marketer of The Year 2012 oleh Markplus Conference 2013, Marketing: Into Innovation and Technology.
KRITIK DAN KONTROVERSI
  1. Jokowi dikritik karena meluncurkan program KIS, KIP, KKS yang tidak memiliki payung hukum dan melanggar tertib anggaran .
  2. Jokowi menuai kontroversi setelah presentasinya di depan pengusaha di APEC. Sebagian mencerca presentasi ini sebagai upaya menjual negara kepada kepentingan asing
  3. Mengumumkan kenaikan BBM dari Rp6.500 menjadi Rp8500
  4. Menaikkan Tarif Dasar Listrik
  5. Menambah utang luar negeri hingga 4000T
  6. Membuat Perpres memudahkan TKA masuk ke indonesia
PRABOWO SUBIANTO


KARIR MLITER 
  1. Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  2. Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  3. Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983 - 1985)
  4. Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985 - 1987)
  5. Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987 - 1991)
  6. Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad (1991-1993)
  7. Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1994)
  8. Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  9. Komandan Komando Pasukan Khusus (1995 - 1996)
  10. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996 - 1998)
  11. Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998) 
  12. Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998)
POLITIK
  1. Ketua Umum Partai Gerindra
  2. Pemilihan umum presiden 2004 Capres Partai Golkar
  3. Pemilihan Umum Presiden 2009 Cawapres Megawati 
  4. Pemilihan Umum Presiden 2014 bersama Hatta Rajasa
KRITIK DAN KONTROVERSI
  1. Manuver Saat Orde Baru
  2. Konflik dengan L.B. Moerdani
  3. Dugaan Pelanggaran HAM Timor-Timur
  4. Penculikan Aktivis 1998
  5. Tuduhan Pernyataan Pengusiran orang Tionghoa
  6. Dugaan Keterlibatan Kerusuhan Mei 1998
  7. Isu Kudeta
GATOT NURMANTYO


JABATAN MILITER
  1. Komandan Peleton MO. 81 Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 315/Garuda
  2. Komandan Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 320/Badak Putih
  3. Komandan Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana
  4. Kepala Urusan Dalam Detasemen Latihan Tempur
  5. ADC Panglima Kodam III/Siliwangi
  6. PS Kepala Seksi-2/Operasi Korem 174/Anim Ti Waninggap
  7. Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi
  8. Komandan Kodim 1707/Merauke
  9. Komandan Kodim 1701/Jayapura
  10. Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
  11. Komandan Brigade Infanteri 1/PIK Jaya Sakti
  12. Asisten Operasi Kepala Staf Kodam Jaya
  13. Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya
  14. Komandan Korem 061/Suryakencana (2006–2007)
  15. Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad (2007–2008)
  16. Direktur Latihan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (2008–2009)
  17. Gubernur Akademi Militer (2009–2010)
  18. Panglima Kodam V/Brawijaya (2010–2011)
  19. Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (2011–2013)
  20. Panglima Komando Cabang Srategis Angkatan Darat (2013–2014)
  21. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2014–2015)
  22. Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015–2017)
  23. Pati Mabes TNI AD (2017)
  24. Jenderal TNI
KRITIK DAN KONTROVERSI
  1. Pada Mei 2016, Gatot mengeluarkan analisis bahwa Indonesia akan masuk pada zona proxy war, dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. 
  2. Kemudian, menjelang HUT ke-71 TNI, Gatot mengusulkan untuk dipulihkannya kembali hak berpolitik aparat TNI. 
  3. Gatot juga pernah hadir bersama dengan ribuan pendemo 212 di akhir tahun 2016. Saat itu, Panglima menggunakan peci putih. "Pembelaannya adalah ia hadir di tengah kerumunan massa untuk menjaga kesatuan NKRI dan kepresidenen Joko Widodo," ucap Puri. 
  4. Pada Februari 2017, Gatot sempat bersitegang dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. 
  5. Gatot mengeluh bahwa dirinya tidak mampu mengelola anggaran matra laut, darat dan udara karena adanya Peraturan Menteri Nomor 28/2015. 
  6. Dengan adanya peraturan tersebut, kewenangan anggaran pertahanan berada di bawah Menhan. 
  7. Mei 2017, Gatot sempat berbeda pendapat dengan Polri soal adanya tuduhan makar di berbagai gelombang demonstrasi kelompok agama yang menguat di akhir tahun 2016.
  8. Masih di bulan yang sama, Mei 2017, Gatot hadir di tengah Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar, membacakan puisi berjudul 'Tapi Bukan Kami'.
MUHAMMAD ZAINUL MAJDI (TGB)


PRESTASI DAN KEBIJAKAN
Tahun 20018
  1. Investment Award” dari Wakil Presiden RI.
  2. Penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Presiden RI.
Tahun 2009
  1. Penghargaan P2BN (Peningkatan Produksi  Beras Nasional) diatas 5 persen dari Presiden RI, 22 Mei 2009.
  2. Penghargaan Inisiatif Pelaksanaan Pekan Nasional Keselamatan Jalan dari Kementerian Perhubungan, 24 Juni 2009.
  3. Penghargaan Kepemudaan dari KNPI, 23 Juli 2009.
  4. Penghargaan Agro Inovasi 2009 kategori Pengembangan Peternakan dari Kementerian Pertanian, 6 Agustus 2009.
  5. Penghargaan Gubernur Paling Visioner 2009 Bidang Tenaga Kerja dari Majalah Birokrat Profesional, 19 Agustus 2009.
  6. Penghargaan Adiupaya Puritama dari Menteri Negara Perumahan Rakyat, 19 Agustus 2009.
  7. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI, 1 Oktober 2009.
  8. Penghargaan Paramadhana Utama Koperasi sebagai Provinsi Penggerak Koperasi Tahun 2009, dari Menteri Negara Koperasi dan UKM, 14 Oktober 2009.
  9. Penghargaan Adibakti Mina Bahari Tingkat Nasional Tahun 2009 dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, 16 Oktober 2009.
  10. Penghargaan Indonesia Tourism Award (ITA) 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, 13 November 2009.
  11. Penghargaan The 2nd Indonesia MICE AWARDS 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, 19 November 2009.  
Tahun 2010
  1. Penghargaan Regional Champion 2010 dari Kepala BKPM-RI, 18 Februari 2010.
  2. Penghargaan sebagai Pembina Provinsi PNPM Mandiri Perdesaan Kategori Tim Pemelihara dan Pengelola Prasarana (TP3) Peringkat II Nasional Tahun 2010, 19 Maret 2010.
  3. Penghargaan sebagai Pembina Provinsi PNPM Mandiri Kategori Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Peringkat II Nasional, Tahun 2010, 19 Maret 2010.
  4. Penghargaan sebagai Pembina Seni Budaya dan Pariwisata Daerah dari Badan Kerjasama Kesenian Indonesia, 1 Mei 2010.
  5. Penghargaan Bhakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dari Menteri Koperasi dan UKM RI, 31 Mei 2010.
  6. Penghargaan Bhakti Koperasi, dari Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-63, di Surabaya, 15 Juli 2010. 
  7. Penghargaan Tingkat Utama dalam Percepatan Pemberantasan Buta Aksara di NTB dari Menteri Pendidikan Nasional, 10 Oktober 2010.
  8. Penghargaan sebagai Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kualifikasi Bintang 3 dibidang Penanaman Modal Tahun 2010, dari Kepala BKPM Nasional, 2 November 2010.
  9. Penghargaan Indonesia Tourism Award 2010 sebagai The Best Province in Tourism Development dari Kementerian  Kebudayaan dan Pariwisata RI, 2 Desember 2010.
  10. Piagam Penghargaan P2BN, Peningkatan Produksi Beras Diatas 5% dari Presiden RI, 1 Desember 2010.
Tahun 2011
  1. Penghargaan Amal Bhakti Kementerian Agama dari Menteri Agama RI, 3 Januari 2011.
  2. Penghargaan sebagai Tokoh Perubahan 2010 dari Harian Republika, 31 Maret 2011.
  3. Penghargaan Anubhawa Sasana Desa dalam Membina dan Mengembangkan Desa/Kelurahan Sadar
  4. Hukum dari Menteri Hukum dan HAM, 7 Mei 2011.
  5. Penghargaan  Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN, 15 Juni 2011
  6. Penghargaan Prestasi Mempertahankan Wilayah Bebas Penyakit Rabies, dari Menteri Pertanian, 28 September 2011.
  7. Penghargaan The Best Dedicated Governor in Developing of MICE Industry 2011 versi Majalah Venue Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 9 Desember 2011.
Tahun 2012
  1. APKLI Award  Tahun 2012 dari Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, di Monumen Tugu Proklamasi, Jakarta, 15 Februari 2012.
  2. Penghargaan sebagai Gubernur Pembina Terbaik Nasional Tahun 2012, Kategori Badan Kerjasama Antar Desa Aspek Kemitraan PNPM Mandiri Perdesaan, dari Menteri Dalam Negeri, 21 Maret 2012.
  3. Penghargaan atas Komitmen terhadap Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tingkat Provinsi, dari Menteri Pertanian, 25 Juni 2012.
  4. Penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden RI atas prestasi menonjol dalam pembangunan daerah yang patut ditiru oleh daerah lain di Indonesia, 13 Agustus 2012.
  5. Anugerah The Most Improved dari Travel Club Tourism Award (TCTA) 2012 atas Pengembangan Sektor Pariwisata, Jakarta, 24 September 2012.
  6. Penghargaan Transmigration Award 2012 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 6 Desember 2012.
  7. Penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara (APN) 2012 Bidang Ketahanan Pangan, dari Kementerian Pertanian diserahkan oleh Presiden RI, 14 Desember 2012.
  8. Penghargaan Adhi Bhakti Mina Bahari Tingkat Nasional Tahun 2012 dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, 16 Desember 2012.
  9. Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2012, dari Presiden RI, 18 Desember 2012.
Tahun 2013
  1. Penghargaan penyelenggaraan Program e-KTP di NTB dari Menteri Dalam Negeri, Jakarta, 29 Januari 2013
  2. Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pertama dalam Pencapaian Sasaran Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2013, dari Menteri Bappenas, Jakarta, 30 April 2013, dalam kategori: Provinsi Terbaik I, Kategori Laju Pengurangan Kedalaman Kemiskinan Periode Tahun 2009-2011; Provinsi Terbaik I, Kategori Kinerja Pencapaian Sasaran MDGs secara Komulatif; Provinsi Terbaik I, Laju Kinerja Pencapaian Sasaran MDGs, Periode Tahun 2009-2011.
  3. Anugerah Pangripta Nusantara 2013, Sebagai Provinsi Terbaik Ketiga Kelompok B (luar Jawa-Bali) Kategori Utama.
  4. Penghargaan Energi Prabawa itu diserahkan Menteri ESDM Jero Wacik, pada Malam Penganugerahan Energi ke-3 Tahun 2013, di Jakarta, Selasa tanggal 22 Oktober 2013.
  5. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2013 Bidang Ketahanan Pangan, dari Kementerian Pertanian diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono di Auditorium Istana Wakil Presiden, Jum’at, tanggal 29 November 2013.
  6. Transmigrasi Award Kategori Daerah Tujuan Transmigrasi, dari Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja, diserahkan oleh Menakertrans di Jakarta, 3 Desember 2013.
Tahun 2014
  1. Penghargaan MDGs Award 2014 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai Provinsi Terbaik Pertama kategori: Provinsi Terbaik I Kategori Laju Pencapaian MDGs Terbaik 2011-2013, 30 April 2014; Provinsi Terbaik I kategori Pencapaian Indikator MDGs Terbanyak tahun 2011-2013.
  2. Penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Utama 2014, sebagai Provinsi Terbaik III dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2014 Tingkat Provinsi Kategori B, 30 April 2014.
  3. Penghargaan terhadap Program Kampung Media NTB sebagai salah satu “Nine Top” Inovasi Daerah bidang Pelayanan Publik tingkat nasional tahun 2014 dari Kementerian PAN & RB, 30 April 2014.
  4. Penghargaan Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan Capaian Standar Tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, 12 September 2014.
  5. Penghargaan National e-Procurement Award 2014 dari Bappenas atas komitmen transparansi dan akutabilitas dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, 18 November 2014.
  6. Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik I Tingkat Nasional tahun 2014 dari Komisi Informasi Pusat, diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Istana Wapres, 12 Desember 2014.
  7. Penghargaan Transmigrasi Award Tahun 2014 Katagori Daerah Tujuan Transmigrasi dari Kementerian Desa daerah Tertinggal dan Transmigrasi, diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Gedung Balai Makarti Muktitama, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di Jakarta 15 Desember 2014.
  8. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2014 Bidang Ketahanan Pangan, dari Kementerian Pertanian diserahkan oleh Presiden Joko Widodo, di Balai Besar Tanaman Padi Subang Jawa Barat, Jum’at, 26 Desember 2014.
Tahun 2015
  1. Penghargaan Government Award 2015 atas penilaian pengembangan pariwisata terbaik nasional dari Sindo Weekly Magazine. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bappenas Andrinof Chaniago kepada Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, dalam acara di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, 19 Maret 2015.
  2. Penghargaan MDGs Tahun 2015 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai: Provinsi Terbaik I Kategori Laju Pencapaian MDGs Terbaik 2012-2014; Provinsi Terbaik III kategori Pencapaian Indikator MDGs Terbanyak tahun 2012-2014. (Diserahkan Oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, dalam Musrenbangnas Tahun 2015, di Jakarta, 29 APRIL 2015.
  3. Penghargaan Indonesia Attractivenees Index dengan Index Total 73.05 dari Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group (salah satu perusahaan riset terbesar di Indonesia). Riset dilakukan untuk memperoleh data terkait daya tarik meliputi investasi, infrastruktur, layanan publik dan pariwisata. Penghargaan diserahkan 12 Juni 2015 di Jakarta.
  4. Penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, atas prestasi pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana, Lapangan Sunburst, Tangerang, 1 Agustus 2015.
  5. Lombok sebagai World's Best Halal Honeymoon Destination dan World's Best Halal Tourism Destinationdalam ajang The World Halal Travel Summit and Exhibition Award 2015 yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), 19 Oktober 2015
  6. Penghargaan SNI Award 2015 atas dedikasinya dalam Pengembangan dan Penerapan Standarisasi. 9 November 2015.
  7. Penghargaan “National Procurement Award” tahun 2015 dari Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) kategori Peran LPSE (Layanan Pengadaan Sistem Elektronik) Pemerintah Provinsi NTB, 10 November 2015.
  8. Penghargaan The Real Wonder of The World 2015 Certificate of Recognition dari Kementerian Pariwisata, pada acara Wonderful Indonesia WOW, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, 10 Desember 2015.
Tahun 2016
  1. Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016 dari Kementerian PAN & RB, atas inovasi “Temukan Arsip Dalam Waktu 3 Menit”. Penghargaan diserahkan oleh Menpan RB Yuddy Crisnandi dalam sebuah acara di Jatim Expo, Surabaya, 31 Maret 2016.
  2. Penghargaan TOP Eksekutif Muslim 2016 dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI)di Jakarta, 27 April 2016.
  3. Penghargaan TOP Pembina BUMD 2016 dalam ajang pemilihan TOP BUMN 2016 yang diselenggarakan Majalah Bussiness News Indonesia yang berkerja sama dengan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), Jakarta, kamis 5 Mei 2016.
  4. Penghargaan “Tangguh Award” Tahun 2016 kategori Pengelola Data Bencana dan Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) terbaik kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Dalam peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat nasional di Manado Hotel Novotel Manado, Kamis 13 Oktober 2016.
  5. Penghargaan “National Procurement Award” tahun 2016 dari Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah LKPP-RI, kategori Peran LPSE (Layanan Pengadaan Sistem Elektronik) Pemerintah Provinsi NTB, di Balai Kartini Jakarta hari Kamis 3 November 2016).
  6. Penghargaan sebagai kepala daerah yang memberikan peran besar dalam pembinaan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengharhargaan diserahkan oleh  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika menyampaikan pada Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) XVIII tahun 2016 telah resmi dibuka di Islamic Center (IC), Rabu 23 November 2016.
  7. Anugerah Kihajar sebagai kepala daerah berprestasi di dalam memajukan pendidikan di daerahnya melalui peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Diserahkan Mendikbud Muhadjir Effendy pada hari Jumat 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
  8. Penghargaan Satya Lencana Aditiya Karya Mahatva Yodha sebagai Pembina Umum Karang Taruna Provinsi Terbaik Tahun 2016. Penghargaan diserahkan  Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto di Hotel Horison Ultima Palembang, Jumat 9 Desember 2016.
Sumber :
  • Wikipedia
  • CNN Indonesia
  • Kompas

Interested for our works and services?
Get more of our update !